Ikuti Kuliah Program Doktor Ilmu Pemerintahan, Sachrul: Pemimpin Itu Haruslah Berilmu
Jawa Barat, MX
Intensitas Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto S.Sos., M.Si., dalam menuntut ilmu terus mencuat. Usai menamatkan pendidikan Strata Dua (S2) di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, kini pucuk pimpinan Timur Totabuan ini tercatat sebagai salah satu mahasiswa program doktor di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat.
Hal tersebut terlihat saat Bupati Sachrul mengikuti perkuliahan di kampus IPDN Jatinangor bersama rekan-rekan seangkatannya, Jumat (30/9).
Tekad Bupati Boltim dalam meraih gelar doktor ilmu pemerintahan ini pun terbilang nekat, sebab dirinya tidak hanya tercatat sebagai mahasiswa Strata Tiga (S3) di IPDN, tetapi juga tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, jurusan doktor ilmu politik dan mengikuti dua perkuliahan ini sekaligus.
Bupati Sam Sachrul Mamonto menuturkan, ada dua mata kuliah yang di ikutinya langsung. Yaitu ilmu pemerintahan dan sosilologi pemerintahan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Tjahja Supriatna, SU.
“Saya harus membagi waktu yang tepat, karena terkadang jadwal dari dua kampus ini di hari dan jam yang sama. Untung saja Unhas kebanyakan kuliahnya daring,” kata bupati.
Menurut “Sang Petarung”, menjadi seorang pemimpin harus di perkaya dengan ilmu pengetahuan, sebab ini menjadi dasar seorang pemimpin untuk menjalankan roda pemerintahan.
“Pemimpin itu haruslah berilmu, sebab dalam membangun daerah tidak bisa hanya di dasari oleh retorika dan pencitraan semata. Maka pemimpin haruslah berilmu, ilmu yang benar-benar membawa manfaat bagi pembangunan dan masyarakat sebuah daerah,” ujarnya.
Diketahui, saat ini Bupati Sachrul sering di undang untuk menjadi pemateri di berbagai kegiatan serta menjadi narasumber di beberapa diskusi dan dialog yang membahas isu-isu nasional maupun dunia. Ia juga beberapa kali di undang untuk memberikan kuliah umum di beberapa kampus, maka dari itu ia menyampaikan permintaan maaf karena tidak sempat menghadiri beberapa acara kemasyarakatan, seperi undangan pesta dan lain sebagainya karena jadwal perkuliahan yaitu hari Jumat dan Sabtu. (Gazali Ligawa)



































