Sadam Lepas Peserta Lomba Drum Band dan Gerak Jalan
Kotabunan
Kemeriahan drum band dan gerak jalan di Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mengingatkan masa-masa dimana publik Timur Totabuan masih merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) di kecamatan tertua tersebut.
Perkataan ini dilontarkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltim Samsudin Dama (Sadam), saat melepas para peserta lomba dalam rangka memperingati HUT RI ke-77 yang digelar di Lapangan Bogani Kotabunan, Sabtu (13/8).
“Kecamatan Kotabunan adalah kecamatan tertua. Artinya dengan melepas para peserta itu mengingatkan saya pada masa lalu ketika Kecamatan Kotabunan, Tutuyan dan Nuangan masih jadi satu kecamatan,” ujar Sadam kepada jurnalis Manado Xpress.
Dituturkannya, saat menjelang 17 Agustus seperti ini semua masyarakat berkumpul di Kotabunan dan hampir semua rumah digunakan warga yang datang dari wilayah jauh, seperti Desa Tutuyan, Nuangan, Jiko Belanga dan Matabulu, karena pada waktu dulu kendaraan masih susah.
“Dengan adanya event ini mengingatkan kita pada masa lalu bahwa guru yang telah mendahului kita telah mencetus kegiatan-kegiatan drum band dan gerak jalan seperti ini. Disamping itu juga kita hanya tinggal merayakan kemerdekaan bukan lagi mencari kemerdekaan, sehingga Camat Kotabunan juga dianggap cerdas dalam melihat persoalan-persoalan ini dalam rangka bagaimana menghibur masyarakat kita yang kurang lebih dua tahun ini terkekang karena corona,” terangnya.
Wakil Ketua Komisi Satu Bidang Hukum dan Pemerintahan ini mengatakan, kegiatan tersebut merupakan sebuah gagasan dan ide dari Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto.
“Saya yakin dan percaya beliau akan senang ketika menyaksikan ini, walaupun hujan rintik-rintik tetapi semangat pemerintah desa, pemerintah kecamatan, anak-anak sekolah dan lain sebagainya mereka sangat respon dengan kegiatan-kegiatan yang ada di Kecamatan Kotabunan,” ucapnya.
Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Boltim ini pun memberitahu, agenda tersebut dilanjutkan dengan tarian dana-dana yang di gagas Bupati Boltim dan itu merupakan langka maju sebagai anak bangsa yang baik.
“Kita harus selalu mengingat jasa budi baik dari para pahlawan dan tokoh bangsa, termasuk tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Desa Kotabunan dan Bulawan yang sekarang telah meninggalkan kita semua. Kita selalu mendoakan bagaimana para tokoh-tokoh yang mencetuskan kegiatan seperti ini harus selalu dikenang terhadap apa yang mereka lakukan,” tandasnya. (Gazali Ligawa)



































