Diundang Secara Khusus, Bupati Sachrul Hadiri Pembukaan ISJAI
Manado, MX
Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto menghadiri kegiatan Internasional Syamposium of Journal Antropologi Indonesia (ISJAI) yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dan Universitas Indonesia (UI).
Agenda yang digelar di Auditorium Unsrat Manado pada Selasa (2/8) ini, dibuka oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara (Sulut), Steven Kandow.
Kehadiran top eksekutif Boltim ini pun langsung disambut panitia ISJAI serta tarian budaya Minahasa untuk menuju ruangan. Usai menghadiri acara tersebut, Bupati Sachrul bersama Wagub Sulut di antar panitia dan akademisi Unsrat dengan iringan tari kebesaran.
Kegiatan yang dihadiri para peserta dari 16 perguruan tinggi, lembaga riset, akademisi dan praktis dalam negeri maupun luar negeri ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim diundang secara eksklusif oleh panita ISJAI.
Perkataan ini dilontarkan Bupati Sam Sachrul Mamonto melalui Kepala Dinas Pariwisata Boltim, Eko Rujadi Marsidi. Ia menuturkan, keikutsertaan Pemkab Boltim pada event tersebut untuk mempromosikan keelokan pariwisata daerah.
“Bolaang Mongondow Timur diundang khusus oleh panitia untuk mengambil bagian dan berpartisipasi dalam pameran untuk mempromosikan keindahan pariwisata, termasuk pengembangan wisata budaya melalui event Internasional Syamposium of Journal Antropologi Indonesia,” ujar Marsidi.
Menurut Eko, keterlibatan Pemkab Boltim pada kegiatan ISJAI ini adalah kesempatan untuk mengenalkan secara luas potensi pariwisata di kancah internasional.
“Keikutsertaan dalam pameran ini adalah sebagai upaya dari pemerintah untuk mempromosikan potensi pariwisata Boltim secara luas. Ini adalah kesempatan kita untuk mengenalkan potensi pariwisata Boltim kepada pemerhati, penggiat pariwisata dan peneliti dari luar negeri,” tandasnya.
Diketahui, pelaksanaan ISJAI adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis jurnal ilmiah yang bekaitan dengan beberapa aspek, termasuk budaya agar bisa menggagas alternatif solusi melalui pendekatan antropologi. (Gazali Ligawa)



































