Gerakan Literasi Mendorong Peradaban Baru Boltim, Momais Punya Peran Penting


Kotabunan, MX

Gerakan literasi yang terus diperagakan Komunitas Momais di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), tidak hanya mencerdaskan publik, tetapi menginspirasi dan menggungah banyak orang untuk terus memajukan daerah sebagai sebuah peradaban baru yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan hari ini dan kehidupan yang akan datang.

Perkataan ini dilontarkan Director Smartphone Movement, Kalfein Wuisan, saat menggelar pelatihan menulis bersama Komunitas Momais dan sejumlah penulis ternama Sulawesi Utara (Sulut), di Desa Bulawan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Boltim, Kamis (16/6).

Ia menilai, Momais menjadi satu komunitas yang kemudian memulai sebuah gerakan penting untuk menjaga peradaban kebudayaan Bolaang Mongondow Timur. Sebagai masa depan untuk mendokumentasikan, mengkaji, memberikan masukan dan menginspirasi banyak orang terhadap apa-apa yang terjadi di daerah, karena literasi menjadi dasar peradaban dunia di semua kebudayaan.

“Komunitas Momais menjadi komunitas pelopor dalam ranah literasi di Bolaang Mongondow Timur. Sehingga literasi yang menjadi ruang perjuangan masyarakat untuk menyatakan aspirasi, kegelisahan, pendapat dan pandangan terhadap pengembangan Bolaang Mongondow Timur yang lebih baik, menjadi tanggung jawab Momais sebagai komunitas literasi,” ujar Wuisan.

Ditegaskannya, literasi tidak hanya sekedar baca-tulis tetapi ada juga ruang belajar baru bagi generasi terkini. Generasi hari ini yang hidup dengan perkembangan zaman yang lebih mutakhir dan lebih baru, sehingga Momais menjadi salah satu referensi untuk gerakan literasi tidak hanya di Sulawesi Utara, Indonesia Timur tapi juga di Indonesia hari ini.

“Gerakan literasi yang dimulai oleh Momias bisa menjadi sebuah barometer untuk gerakan literasi di Indonesia dan ini bisa menjadi contoh bagi gerakan literasi di tempat-tempat lain. Entah di Bolaang Mongondow Raya, Minahasa, Sangihe Talaud, Sulawesi Utara bahkan di Indonesia,” tuturnya.

Menurut akademisi Unima yang juga penggerak Komunitas Penulis Mapatik ini, gerakan literasi yang dimulai oleh Momias di Bumi Timur Totabuan menjadi satu cara yang bisa ditiru dan digandakan oleh semua komunitas literasi di seluruh dunia. Bahkan ini bisa menjadi satu inspirasi bagi banyak orang bahwa literasi bisa menjadi satu cara untuk menggerakan manusia, demi menjaga dunia dan membuat dunia lebih baik.

“Tugas dari teman-teman penggerak literasi di Bolaang Mongondow Timur yang mayoritas adalah wartawan, untuk menjaga kinerja pemerintah, kinerja orang-orang yang kemudian ada di organisasi kemasyarakatan lebih baik dan lebih berpihak kepada kepentingan orang banyak,” sebutnya.

Ia pun memastikan, eksitensi Momais di tanah para Bogani tidak hanya menajamkan gagasan publik, tetapi juga mendorong kinerja pemerintah yang dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Komunitas literasi tidak hanya mencerdaskan banyak orang dari sisi literasi, tapi juga menjaga kebijakan pemerintah, berpihak kepada rakyat. Dan literasi akhirnya bisa membuat Boltim lebih baik, lebih bermartabat dan tentu lebih mengakui kepentingan banyak orang, menjaga kepentingan banyak orang. Dan tentu bukan hanya Komunitas Momias yang diuntungkan, tapi keuntungan dari banyak orang, sehingga literasi menjadi satu kunci untuk membuat Boltim lebih baik,” tandasnya. (Gazali Ligawa)



Sponsors

Sponsors