Foto: Jorry Gumansing
Warga Keluhkan Harga Cabai, Disperindag Minahasa Awasi Pasar
Langowan, MX
Akhir-akhir ini, harga sejumlah bahan pokok meroket. Salah satunya harga cabai jenis rawit yang terus merangkak naik. Jika sebelumnya harga masih di sekitaran 40-50 ribu rupiah per kilogram, kini mencapai 100 ribu per kilogram.
Widya, salah satu pembeli di pasar Langowan mengungkapkan, kenaikan harga cabe ini sangat berdampak pada kebutuhan pokok sehari-hari. Dirinya terpaksa membatasi pembelanjaan dikarenakan harga yang dinilai sangat menggigit.
"Kami konsumen merasa kebutuhan cabe adalah hal prioritas, karena setiap hari dibutuhkan. Kalau mahal begini terpaksa belanja jadi terbatas," kata widya di Langowan, Rabu (15/06).
Mereka berharap harga boleh dikurangi. Apalagi saat ini dengan kurangnya pasokan dari petani membuat cabe menjadi mahal, cabe jadi susah ditemukan.
Hal yang sama diakui Lani, seorang pedagang bumbu dapur. Harga naik juga berdampak kurangnya pembeli di pasar. Dia berharap harga boleh kembali stabil seperti biasanya, agar pedagang tidak rugi.
Terpisah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Minahasa, Jorry Gumansing mengakui, harga cabe di sejumlah pasar naik. Namun harga tersebut tak sama dengan beberapa daerah di Sulawesi Utara (Sulut).
Menurut dia, kenaikan harga cabe juga disebabkan karena menjelang waktu pengucapan syukur (acara adat warga Minahasa).
"Memang harganya naik, dan memang cukup signifikan, sekitar 50 persen. Namun biasanya ini terjadi jelang hari-hari raya ataupun kegiatan," kata Gumansing.
Sejauh ini menurut dia, pihaknya ataupun Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga belum menemui adanya pihak pengepul cabe jenis rawit tersebut.
Merangkaknya harga cabe, juga dipengaruhi stok yang cukup minim dari petani. Apalagi produksi cabe juga berkurang akibat cuaca yang tidak menentu, sehingga cabe sulit dicari.
"Jadi ada hukum ekonomi pasarnya juga, jika bahan sulit ditemui, maka harga akan terjadi kenaikan," katanya.
Merespons kondisi ini, pihaknya akan melakukan pemantauan harga di pasar. Hal ini sebagai pencegahan adanya penimbunan cabai.
"Kita akan turun, secepatnya akan dilakukan pemantauan harga. Bukan hanya cabe namun harga bahan pokok secara umum," tandasnya. (Manuel)



































