Jiwa Petarung Meletup, Mamonto Bakar Semangat Pemuda
Modayag, MX
Jiwa petarung Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto meletup. Ekspresi tersebut terlihat saat pucuk pimpinan Timur Totabuan ini membakar tekad pemuda. Ia menegaskan, untuk meraih sebuah kesuksesan perlu adanya kegigihan.
Dicontohkan Sachrul, dari seorang aktivis dirinya menjadi jurnalis kemudian menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bolaang Mongondow Raya (BMR), selanjutnya terjun ke dunia politik dan menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltim hingga menjadi Bupati saat ini.
Gentusan motivasi ini dilontarkan Bupati saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-3, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Boltim, di Villa Desa Tobongon, Kecamatan Modayag, belum lama ini.
“Dari seorang aktivis saya menjadi seorang jurnalis, dalam dunia jurnalis itu banyak sekali manfaat yang kami berikan. Tidak hanya sekedar wawancara, konfirmasi dan membuat berita tetapi ada hal-hal positif yang kami lakukan ketika menjadi seorang jurnalis,” kata Sachrul.
Dituturkannya, di usia muda dirinya sudah menjadi Ketua KPU yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) se-Bolaang Mongondow Raya.
“Setelah dari dunia jurnalis, saya menjadi seorang penyelenggara KPU di usia muda. Saya menjadi Ketua KPU Bolmong Raya yang menyelenggarakan semua Pemilihan Kepala Daerah di Bolaang Mongondow Raya. Waktu itu sudah mekar Bolsel, Boltim dan Bolmong,” ujar Mamonto.
Dengan kegigihan sebagai seorang pemuda kata Bupati, ia mencoba masuk ke dalam dunia politik dan menjadi ketua, karena dalam setiap pertarungan dirinya selalu mengambil posisi tersebut.
“Sampai dengan pemilihan komite sekolah, saya ambil ketuanya. Artinya dengan posisi ketua torang bisa melakukan banyak hal. Pemilihan remaja masjid, pemilihan pembagunan masjid, kita bilang kita depe ketua. Ini contoh bagi torang samua ambil posisi itu, kalo nimbole ambe rampas. Kenapa, karena dengan itu torang lebih semangat dalam menjalankan amanah yang torang ambil,” tegas Mamonto.
Sang petarung menjelaskan, semua prestasi yang telah diraih tersebut diceritakan sebagai motivasi kepada pemuda bahwa mereka juga bisa seperti itu.
“Usia 30 tahun lebih, saya sudah menjadi Ketua DPRD Bolaang Mongondow Timur. Ini saya katakan kepada kalian, supaya kalian lebih semangat lagi sebagai seorang pemuda. Bukan sok menceritakan kehebatan saya, tidak. Tapi ini memotivasi kalian juga bahwa kalian mampu juga menjadi seperti saya, lahir dari seorang pemuda yang berpakaian romeng, calana tarabe-rabe tapi semua jabatan torang ambil,” sebutnya.
Sachrul mengungkapkan, saat berdiri di atas kakinya sendiri tidak ada pemerintah yang membekap atau orang tua, karena dirinya hanya seorang anak petani yang tidak dikenal.
“Saya berdiri saat ini sampai menjadi Bupati, di atas kaki saya sendiri. Tidak di alas karvet oleh orang tua saya kemudian berjalan di atas karvet, tidak. Saya begini karena bisa berdiri di atas kaki saya sendiri, kami mandiri. Kenapa ini saya katakan, karena ini juga bisa berlaku kepada teman-teman pemuda ketika kita punya semangat,” tandasnya. (Gazali Ligawa)



































