Pemkab Boltim Bahas Penyusunan Rancangan RKPD 2023
Tutuyan, MX
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) penyusunan rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2023. Agenda tersebut dihelat di Aula lantai III Kantor Bupati, Selasa (8/3).
Dalam pembahasan ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Boltim Sonny Warokka mengatakan, pelaksanaan FPD ini merupakan salah satu bagian dari sekian tahapan dalam proses pembangunan.
“Kegiatan FPD pada prinsipnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses tahapan perencanaan pembagunan daerah yang sudah dimulai sebelumnya dari Musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Dusun, Desa, konsultasi publik dan Musrenbang Kecamatan,” ujar Warokka.
Menurutnya, baik buruknya kualitas rencana pembangunan sebuah daerah, tentu terletak pada proses perencanaanya. Sehingga dilaksanakan FPD ini demi menciptakan keselarasan penyusunan rencana kerja perangkat daerah, dengan nilai kualitas yang diinginkan.
“Perencanaan yang baik akan ditentukan oleh kualitas proses perencanaan yang baik pula. Dalam kaitan ini, FPD bertujuan untuk mengkomunikasikan dan menjalin kesepahaman dan kesepakatan antar perencana di daerah. Khusunya terkait dengan penyusunan rencana kerja perangkat daerah,” tuturnya.
Disebutkan panglima Aparatur Sipil Negara (ASN) Boltim ini, pembahasan rencana kerja perangkat daerah diperlukan pendalaman, penyelarasan dan optimalisasi terhadap indikator target kinerja program serta kegiatan, sesuai input usulan masyarakat.
“Hasil kesepakatan ditingkat Musrenbang Kecamatan dengan tugas dan fungsi perangkat daerah, berdasarkan kemampuan pendanaan dengan tentu harus melakukan penyesuaian dengan regulasi yang berlaku,” kata Warokka.
Ia pun berharap, terkait proses perencanaan pembagunan tahun 2023 terutama pencapaian visi dan misi, dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
“Kita lebih fokus lagi pada hal-hal yang prioritas yang bersifat sektoral maupun lintas sektor. Prioritas wilayah maupun lintas kewilayahan, serta prioritas dalam jangka pendek. Hasil pembagunan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya pada peningkatan sumber daya manusia, indeks kesehatan dan pendapatan masyarakat, yang mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi daerah,” tandasnya. (Gazali Ligawa)



































