Diguyur Hujan Deras, Siti Khadijah Tetap Semangat Pengajian di Kotabunan


Kotabunan, MX
Aura istri Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam terpancar dari kelompok pengajian "Siti Khadijah" Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Sekumpulan wanita sholeha idaman para kaum Adam ini, terus mempermatang ilmu agama. Salah satunya mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara meningkatkan bacaan Alquran dengan menaati aturan-aturan tajwid yang benar.
 
Meskipun diguyur hujan deras, namun semangat Siti Khadijah untuk melakukan pengajian di Desa Kotabunan, Kecamatan Kotabunan pada Selasa (8/2) malam itu, tak meruntuhkan niat para wanita tangguh ini.
 
Salah satu pendiri Siti Khadijah, Rosita Makalungsenge menuturkan, tujuan dari kelompok pengajian tersebut untuk meningkatkan bacaan Alquran serta memahami tajwid-tajwid yang belum diketahui.
 
“Untuk memperlancar bacaan Alquran, kami melakukan pengajian rutinitas setiap minggu. Agenda kami ini biasa dilaksanakan pada malam Rabu. Di sini  kami juga beberapa kali melakukan kajian yang langsung dibimbing oleh Sekretaris Tanfidzia Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Boltim, Ustad Nailul Umam,” ujar Makalungsenge kepada Jurnalis Manado Xpress. 
 
Wanita yang akrab disapa Ua ini mengatakan, sejak dibentuknya Siti Khadijah pada tahun 2020 lalu, sampai saat ini terus eksis melakukan pengajian maupun kajian. Ia juga berharap, kaum muslimah yang belum lancar membaca Alquran bisa bergabung bersama mereka. 
 
“Semoga teman-teman yang belum lancar membaca Alquran bisa bergabung bersama kami di sini. Pengajian kami ini tidak ada paham-paham garis keras, karena kami hanya ingin memperlancar bacaan Alquran. Misalnya ada tajwid-tajwid yang belum kami ketahui, ada bimbingan dari Ustad Nailul,” terang pemuda asal Desa Tombolikat Selatan ini.
 
Semntara itu, Monalisa Mamonto, salah satu anggota Siti Khadijah yang melaksanakan pengajian tersebut menyampaikan terima kasih, karena meskipun terhalang cuaca namun antusias mereka mengikuti pengajian sangatlah besar.
 
“Meskipun cuaca pada saat itu kurang mendukung tetapi antusias teman-teman untuk mengikuti pengajian lebih besar. Padahal malam itu hujan deras, apalagi semuanya perempuan. Tetapi karena ada rasa keinginan yang kuat untuk mengaji akhirnya sampai juga di rumah saya.  Menurut saya ini bisa dibilang wanita-wanita tangguh, sesuai dengan nama pengajiannya Siti Khadijah. Wanita tangguh yang berjuang di jalan Allah,” ucap Mona dengan rasa kagum. (Gazali Ligawa)



Sponsors

Sponsors