LPMP Sulut dan TPLD Boltim Pacu Belajar Siswa Lewat Gerakan Literasi
Tutuyan, MX
Merebaknya Covid-19 hingga saat ini membuat berbagai aktivitas terhambat. Salah satunya proses pembelajaran pada dunia pendidikan.
Melihat persoalan tersebut, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), bekerja sama dengan Tim Pendamping Literasi Daerah (TPLD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), melakukan survei implementasi penguatan literasi dan numerasi ke sekolah. Gerakan ini sebagai dorongan bagi para siswa untuk terus mengasah pengetahuan di masa pandemi, khususnya di wilayah Timur Totabuan.
Pembelajaran lewat gerakan literasi ini, dibahas di lantai II ruang rapat Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltim, ketika TPLD Boltim akan menyerahkan hasil survei kepada LPMP Sulut, Rabu (8/12).
Kepala LPMP Sulut Febry Dien, melalui Widyaprada Ahli Muda Hofni Timpalen mengatakan, pertemuan kali ini dalam rangka pengumpulan data mutu karena terkait dengan pelaksanaan asesmen nasional yang pembelajarannya dilakukan di sekolah.
“Apakah sekolah itu sudah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, atau Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) ful. Artinya semua siswa sudah masuk sekolah secara penuh, jadi tidak ada lagi pembagian sift pada siswa tapi seluruh siswa masuk di sekolah. Jadi data itu yang akan kami minta,” tutur Hofni saat diwawancarai jurnalis Manado Xpress.
Kemudian kata Timpalen, pengumpulan data mutu ini terkait dengan berapa jumlah pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang sudah divaksinasi dan berapa yang belum.
“Itu sangat penting untuk kami dapatkan informasi sebagai laporan ke pusat, karena setiap minggunya ditanyakan tentang perkembangan PTK yang sudah divaksinasi, karena itu juga menjadi syarat untuk pelaksanaan pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Diberitahukannya juga, kedatangan mereka terkait dengan literasi dan numerasi, di mana pertemuan sebelumnya sudah didiskusikan bersama terkait dengan pembentukan tim literasi daerah. Mereka ini nantinya akan mendapatkan Surat Keputusan (SK) oleh pemerintah daerah, dalam hal ini bupati.
“Struktur yang ada di dalam SK tersebut itu adalah lintas sektoral. Artinya bukan hanya Dinas Pendidikan, tetapi bisa dari Dinas Perpustakaan, pegiat literasi, penerbit, penulis, atau mereka yang berkecimpung memiliki motivasi yang tinggi untuk mendukung program literasi,” kata Timpalen.
Ia pun berharap, ketika tim ini terbentuk maka literasi di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur bisa berjalan dengan baik, dan salah satu tugas dari tim pendamping literasi daerah adalah membentuk tim literasi sekolah.
“Tahun-tahun sebelumnya sudah dibentuk tim literasi sekolah. Tetapi dengan melihat perkembangan dua tahun terakhir di masa pandemi ini, ada kegiatan yang berkurang, karena sistemnya ada yang belajar dari rumah dan ada yang belajar dari sekolah. Maka dari itu tim literasi sekolah ini akan berperan untuk membantu siswa terkait dengan pemenuhan belajar mereka di saat pandemi lalu berkurang. Itu akan ditutupi dengan kegiatan aktivitas literasi di sekolah masing-masing,” tandasnya.
Turut hadir pada agenda ini, LPMP Sulut Allein Kondoy, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltim Yusri Damopolii, Dinas Perpustakaan Boltim, para guru, komunitas literasi Boltim, serta pewarta yang tergabung dalam TPLD Boltim. (Gazali Ligawa)



































