Sadam Minta Kinerja Imam dan Pegawai Syari Tidak Dipandang Sebelah Mata


Tutuyan, MX
Kurangnya penghargaan terhadap kinerja para imam dan pegawai syari, memantik rasa kepedulian Ketua Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur), Samsudin Dama (Sadam).
 
Ia meminta, kinerja mereka tidak hanya dipandang sebelah mata. Seperti kurangnya pengertian terhadap persoalan pendapatan yang hanya dihargai dengan seadanya.  
 
Ketegasan ini dilontarkan Sadam saat melantik dan mengukuhkan pengurus pimpinan cabang DMI Kecamatan Tutuyan yang digelar di DKatu Resto dan Cafe, Desa Tombolikat Selatan, Senin (6/12) malam.
 
“Saya prihatin bahwa kesadaran umat Islam terhadap imam dan pegawai syari itu sangat rendah. Kebanyakan imam dan pegawai syari itu hanya dipandang sebelah mata. Alhamdulillah sekarang sudah mempunyai gaji tetapi beberapa tahun sebelumnya, mencari pegawai syari itu sangat sulit. Seperti mencari jarum di lapangan, itu karena persoalan insentif. Tidak ada sarjana hukum Islam, sarjana agama yang mau menjadi pegawai syari. Ini yang terjadi,” kata Dama.
 
Lebih memiriskan lagi kata Sadam, kalau ada acara di desa, anggota dewan, pejabat, mereka menaruhnya di depan, sedangkan imam dan pegawai syari mereka menaruhnya di sudut.
 
“Sementara kalau kami meninggal yang memandikan itu adalah pegawai syari tetapi mereka kurang mendapatkan penghargaan. Mengapa begini karena persoalan pendapatan,” papar Dama.
 
Memahami persoalan ini Sadam memastikan, DMI akan melakukan sosialisasi serta akan memotivasi masyarakat bahwa para imam dan pegawai syari untuk lebih diperhatikan lagi.
 
“Mudah-mudahan dengan terbentuknya Dewan Masjid Indonesia di 7 Kecamatan se-Bolaang Mongondow Timur, ini menjadi tugas kami untuk melakukan pendampingan sambil melakukan sugesti kepada masyarakat,” tandasnya. (Gazali Ligawa)



Sponsors

Sponsors