Hadapi Pandemi, 80 Persen Masyarakat Kasuratan Tercover Bantuan
Remboken, MX
Sejak pandemi Covid-19 melanda, sejumlah bantuan turun ke tangan masyarakat. Tak hanya bagi masyarakat miskin atau kurang mampu, namun juga berimbas bagi semua masyarakat terdampak.
Menyikapinya, usulan sejumlah bantuan dari pemerintah kemudian gencar diupayakan oleh Pemerintah Desa Kasuratan, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa.
Tercatat, hingga saat ini sekitar 80 persen masyarakat desa Kasuratan boleh menerima sejumlah bantuan.
Hal tersebut menjadi bukti implemetasi serta kepedulian Pemerintah Desa (Pemdes) Kasuratan pimpinan Hukum Tua (Kepala Desa) Dolly Nangley dan jajaran perangkat dalam keseriusan mencari peluang bantuan. Baik itu dari pusat maupun daerah, untuk disalurkan bagi warganya.
"Kami akui sejumlah masyarakat miskin di desa perlu sentuhan bantuan. Bukan hanya mereka, namun juga semua warga terdampak," kata Nangley di kantor desa baru-baru ini.
Menurut Nangley, pihaknya mengusulkan bantuan lewat musyawarah.
Dari hasil pendataan, tercatat 54 kepala keluarga (kk) boleh merasakan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Baik itu bagi anak sekolah maupun para lanjut usia (Lansia)
Kemudian ada 64 warga penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Sementara itu, ketika dihadapkan dengan pandemi, pihaknya mengusulkan ratusan keluarga lewat Bantuan Sosial Tunai (BST) dan 124 KK boleh terakomodir.
Sedangkan untuk penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), berdasarkan hasil rapat bersama dan disaksikan pihak-pihak terkait tercover 150 KK.
Kemudian ratusan pelaku usaha juga diusulkan pada program bantuan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan bantuan bagi warga disabilitas secara personal.
"Dari presentase warga yang menerima bantuan tersebut, di luar TNI dan Polri, ASN, ataupun pensiunan, boleh terakomodir sekitar 80 persen masyarakat yang menerima bantuan," ungkap Nangley.
Tak hanya itu, pihaknya baru-baru ini menjadi salah satu desa di Minahasa yang menerima 2 unit bantuan Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH), yang diperuntukan bagi 2 keluarga pemilik rumah tak layak tinggal.
Di samping menunggu usulan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi masyarakat agar warga yang tak punya rumah maupun rumah yang perlu direhap dapat tersentuh.
"Pemanfaatan dana desa juga kami berdayakan untuk Padat Karya Tunai Desa (PKTD) agar supaya masyarakat yang produktif dapat dipekerjakan untuk pembangunan fisik. Semoga ini masyarakat boleh terbantu, dan tingkat perekonomian di desa akan semakin meningkat," pungkas Nangley. (Manuel)



































