Angouw Terima Kunjungan DPRD Sulut, Keluhan Warga Manado Disampaikan
Manado, MX
Legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), daerah pemilihan (dapil) kota Manado, menyambangi Wali Kota Manado Andrei Angouw, Selasa (31/8), di ruang kerjanya. Beragam aspirasi pun disampaikan para wakil rakyat Gedung Cengkih ini.
Angouw mengatakan, kehadiran anggota DPRD Sulut Dapil Manado adalah untuk beraudiensi. Sebelumnya mereka melakukan kegiatan reses, bertemu dengan konstituen, masyarakat di beberapa kelurahan di kota Manado.
"Mereka menyampaikan hasil rekapan aspirasi masyarakat yang mereka temui di lapangan. Beberapa aspirasi masyarakat yang ditemui di lapangan dan disampaikan seperti persoalan penanggulangan banjir dan sampah," kata Angouw.
Ia menambahkan, selain persoalan banjir dan sampah, persoalan masyarakat yang dulunya mengikuti program Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Mandiri dan saat ini tidak mampu lagi mengikutinya karena kekurangan penghasilan, bahkan kehilangan pekerjaan pada masa pandemi Covid-19.
"Puskemas pembantu yang tidak kelihatan aktivitasnya, kantor kelurahan di Kairagi II yang sudah rapuh ikut disampaikan. Hal-hal lainnya seperti air bersih di Meras dan Tikala, perbatasan dengan kabupaten Minahasa, serta lampu jalan-jalan di Perkamil. Jalan satpol air di Sindulang, juga lampu jalannya. Di Kombos Timur tentang sarana jalan di jalan Arie Lasut," tutur Angouw.
Selain itu, lurah-lurah dari Kecamatan Sario meminta mesin pemotong rumput. Pelayanan di Puskesmas Pembantu Kima Atas yang tidak ada petugas, baik dokter dan perawat.
"Disampaikan juga persoalan tanah di Buha. Demikian halnya dengan banjir yang sering terjadi di Malendeng. Proyek di pantai Malalayang supaya nantinya ada penyediaan tempat parkir, termasuk nasib para pedagang yang memiliki kios-kios di sana," tutur Angouw.
Lebih lanjut, aspirasi lain yang disampaikan adalah beberapa Puskesmas pembantu yang tidak berfungsi. Juga soal revitalisasi Pasar Bersehati yang diminta oleh para pedagang.
"Dari beberapa aspirasi yang disampaikan, terdapat beberapa poin yang aspirasinya mendominasi, yakni persoalan infrasruktur jalan, persoalan lampu jalan, soal normalisasi anak sungai dan drainase, serta masalah Puskesmas pembantu yang tidak beroperasi karena ketiadaan petugas medis dan pekerjanya, baik dokter maupun perawat," lanjutnya.
Angouw mengatakan, penyampaian dari legislator Sulut ini adalah personal, yang akan diselesaikan pemerintah kota (pemkot) Manado.
"Beberapa hal yang disampaikan ini tujuannya untuk kepentingan masyarakat Manado," kata Angouw.
Menurutnya, Pemkot Manado sementara ini sudah melakukan pemetaan masalah. Dan ada sebagian sudah mulai dikerjakan.
"Pemkot Manado telah memetakan beberapa polemik, sebagian sudah mulai dipecahkan bahkan dilaksanakan. Selain hal tersebut, untuk program kampanye Andrei-Richard 200 juta per lingkungan sudah mulai dilakukan," ungkapnya..
"Soal 200 juta ini bukan dalam bentuk dana segar tapi dalam bentuk program, seperti perbaikan infrastruktur," tandas Angouw.
Nampak hadir dalam kunjungan ini, Wakil Ketua DPRD Provinsi Victor Mailangkay, anggota DPRD Arthur Kotambunan, Amir Liputo, Agustien Kambey dan Hilman Idrus, serta beberapa staf pendamping. (Eka Egeten)



































