Foto: Sherly Tjanggulung
Tjanggulung Minta Pemerintah Perhatikan Irigasi di Tanah Porodisa
Manado, MX
Keluh masyarakat Kabupaten Talaud kembali diteruskan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Problem irigasi untuk persawahan jadi gumul di sektor pertanian. Wakil rakyat gedung cengkih meminta pemerintah memperhatikan nasib petani sawah di Tanah Porodisa. Adanya perbaikan dan penambahan infrastruktur dinilai menjadi solusi.
Seruan itu disampaikan anggota DPRD Sulut, Sherly Tjanggulung, belum lama ini, di ruang kerjanya. Ia mengatakan, di Talaud butuh sekali irigasi.
"Ke depannya berharap ada perhatian," kata Tjanggulung yang juga legislator daerah pemilihan (Dapil) Nusa Utara ini.
Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Sulut itu menjelaskan, ada beberapa desa di Talaud yang kalau dilihat sangat membutuhkan irigasi. Desa tersebut adalah desa Ambela, kecamatan Melonguane, desa Resduk, kecamatan Beo dan desa Alo, kecamatan Rainis.
"Di sana rata-rata masyarakat petani sawah yang membutuhkan irigasi," ungkapnya.
Dijelaskannya, memang di sana ada irigasi. Hanya saja kondisinya sudah rusak. Maka butuh untuk perbaikan kembali.
"Jadi kami meminta untuk perlu adanya perbaikan dan perlu ada penambahan lagi di beberapa titik yang ada di daerah kepulauan," pinta Tjanggulung yang juga Pelaksana Tugas Ketua Garda Wanita (Garnita) Malahayati Partai Nasdem Sulut.
Harapannya, pengerjaan itu bisa secepat mungkin direalisasi. Hal itu karena menurutnya, di masa pandemi Covid-19 masyarakat dianjurkan pemerintah untuk bercocok tanam.
"Masyarakat dianjurkan pemerintah untuk bertanam. Khusus ketiga desa ini perlu bercocok tanam di persawahan yakni Ambela, Resduk dan Alo," tandasnya. (Eka Egeten)



































