Foto: AKBP Henzly Moningkey
Operasi Ketupat Samrat, Polres Minahasa Turunkan Ratusan Personel
Tondano, MX
Operasi Ketupat Samrat tahun 2021 bakal dilakukan Polres Minahasa selama 12 hari. Operasi ini dalam rangka mengamankan situasi kamtibmas selama bulan puasa, hari raya lebaran, serta pasca lebaran.
Sedikitnya 200 personel, baik dari Polres dan juga 11 Kepolisian Sektor (Polsek), akan disebar pada operasi ini.
Kapolres Minahasa AKBP Henzly Moningkey, mengatakan operasi ini bakal melibatkan tim gabungan, baik dari anggota Kodim 1302, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi teknis lainnya.
"Operasi Ketupat ini sebagai langkah deteksi dini, terkait potensi gangguan yang dapat mengganggu situasi kamtibmas. Selain mengamankan situasi jelang perayaan Idul Fitri, operasi juga terkait larangan untuk mudik," kata Kapolres usai apel gelar pasukan di Mapolres Minahasa, Rabu (05/05).
Kemudian terkait penyekatan larangan mudik serta penerapan protokol kesehatan (prokes), tetap intens dilakukan operasi justisi. Jika memang ada yang kedapatan terlanjur mudik, maka akan diarahkan untuk melakukan isolasi mandiri.
Ditambahkan Kapolres, beberapa Pos PAM terpadu disiagakan untuk penyekatan, yakni di pos Kasuang, Bolevard, kemudian Kampung Jawa, Langowan, serta di Kawangkoan.
"Kita harapkan terjadi peningkatan kedisiplinan bagi pelaku pengguna jalan. Tentunya dengan keterpaduan ini, kiranya dapat meningkatkan pelayanan-pelayanan terhadap masyarakat selama jelang dan serta perayaan Idul Fitri," harapnya.
Kapolres Moningkey juga mengimbau bagi masyarakat, selama bulan puasa sampai perayaan Idul Fitri, untuk menjaga situasi kamtibmas, saling menghormati serta menghargai agar umat Muslim boleh menjalankan puasa serta perayaan Idul Fitri dengan baik.
"Untuk perayaan diharapkan boleh dirayakan di rumah saja, tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah, memutus mata rantai Covid-19," kuncinya. (Imanuel Kaloh)



































