Pandemi, Ketua Komisi IX DPR-RI Ingatkan Masyarakat Tetap Mawas


Manado, MX

Upaya memutus penyebaran pandemi Covid-19, gencar dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI). Teranyar, Ketua Komisi IX DPR-RI, Felly Estelita Runtuwene, turun langsung ke masyarakat untuk menyosialisasikan Gerakan Hidup Sehat (Germas).

Srikandi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini mengingatkan masyarakat bagaimana menjaga kesehatan dalam masa pandemi Covid-19.

"Jadi mungkin ini masyarakat sudah bosan tetapi kami selalu mengingatkan kembali karena bahaya Covid-19 tidak main-main. Sementara yang pertama belum selesai, ini timbul varian-varian baru," kata Runtuwene, Jumat (30/4), saat sosialisasi Germas, di Kelurahan Pakowa, Manado.

Ia menambahkan, kegiatan yang dilakukan betul-betul turun ke masyarakat dan mengingatkan kembali betapa pentingnya menerapkan 3 plus 2M. Menurutnya, bukan masyarakat tidak tau akan hal tersebut tetapi sudah ada kelonggaran.

"Yang saya lihat ada di tempat tertentu sudah tidak lagi menggunakan masker. Jadi ini harus kami sampai-sampaikan dan kita butuh seluruh masyarakat ambil peran aktif untuk meneruskan informasi yang kita sampaikan di tempat ini," ujarnya.

Ia menuturkan, menjaga kesehatan dan secara keseluruhan menjaga dari segala macam penyakit, bukan hanya Covid-19 itu sendiri.

"Seperti yang kita tau, selain penyakit jantung, penyakit diabetes itu paling banyak. Khusus di Sulut peningkatan diabet sangat tajam dan ketika sudah diabet, banyak sekali penyakit ikutannya. Jadi memang kita harus mengingatkan masyarakat untuk selalu hidup sehat," tuturnya.

Ia pun berharap, adanya kerja sama yang baik dari pemerintah provinsi, kabupaten dan kota.

"Kalau kita tau sampai di anggaran di desa ada ADD (alokasi dana desa) dan sebagainya. Walaupun anggaran terbatas karena ada refocusing tetapi kita harus duduk secara bersama-sama dan kita harus bisa memprioritaskan mana yang harus diperioritas, dan mana yang seharusnya tidak diprioritaskan," katanya.

Menurutnya, jangan dibalik-balik, anggaran sudah kurang kemudian dibuat sesuatu yang kurang penting.

“Maksudnya untuk pandemi Covid-19 ini. Kita tau bersama bagaimana hidup sehat dan memulihkan perekonomian di tengah masyarakat,” tuturnya.

"Kalau dia itu petani dan nelayan, apa kebutuhan mereka. Apakah ada bantuan dari pemerintah, misalkan untuk pupuk dan lain sebagainya. Ini dulu kita penuhi, jangan kita buat kegiatan-kegiatan dan membuat pembagunan yang belum terlalu penting untuk saat ini. Jangan ada ego sektoral lagi di tempat kita, khususnya di Sulut. Juknisnya lakukan a dan b, jangan kita lakukan d dan e," ungkapnya.

Lebih lanjut, pemerintah harus peka dengan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Kita sadar betul masyarakat dengan kondisi ekonomi seperti ini dan dibatasi secara macam-macam, pemerintah harus peka melihat apa yang mereka butuhkan. Pemerintah pusat sudah melakukan itu dan pemerintah daerah melakukan hal yang sama," tandasnya. (Eka Egeten)



Sponsors

Sponsors