Hadapi Tantangan Globalisasi, Tumundo: Penguatan SDM Bidang TIK Sangat Penting


Tondano, MX

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini merupakan suatu yang harus ada dan diikuti oleh masyarakat modern kini. Terutama dalam menghadapi era globalisasi dan revolusi industri 4.0, yang telah mengubah cara berpikir manusia dan berhubungan satu dengan yang lain.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Minahasa, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai aktor utama dalam perubahan ini menjadi sangat penting, terutama karena Indonesia masih kurang dalam memanfaatkan kecanggihan TIK. 

"Ini menjadi tantangan yang harus dihadapi yaitu semakin ketatnya persaingan global. Kecangihan teknologi tidak bisa dinegosiasikan dalam kehidupan bermasyakat, khususnya dalam dunia industri," kata Tumondo saat menjadi pemateri dalam Webinar Digital Culture RTIK Berkreasi yang digelar secara virtual oleh Relawan TIK Indonesia, bekerja sama dengan Kementerian Kominfo RI dan Universitas Sam Ratulangi Manado pada Kamis (22/04).

Tantangan ini perlu disikapi secara matang dan tepat sasaran yaitu dengan terus mengupayakan penguatan SDM bidang komunikasi dan informasi.

Diuraikan Tumundo bahwa latar belakang dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) ini diinisiasi oleh Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2003 tentang Kebijakan dan Stranas pengembangan e-Goverment yang kemudian dikeluarkan Perpres Nomor 95 tahun 2018 tentang SPBE.

Ditambahkan Tumundo, penerapan SPBE ini memberikan kontribusi efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, dengan permasalahan SPBE meliputi bidang SDM. Di antaranya keterbatasan jumlah ASN yang memiliki kompetensi teknis TIK, aplikasi e-Government di instansi pemerintah yang tersebar dan data tidak terintegrasi, infrastruktur data center bervariasi, belanja TIK terus naik tetapi kinerja e-Government belum memuaskan, serta budaya masyarakat dan organisasi yang belum mendukung.

"Sesuatu yang patut disyukuri bahwa di tahun 2021 ini Kabupaten Minahasa sudah terpilih dalam 60 kabupaten dan kota di Indonesia yang masuk dalam Program Smart City dari Kementrian Kominfo RI," ucapnya.

Sebagai daerah yang akan menjadi kota pintar atau smart city,  lanjut Tumundo, adalah merupakan upaya inovatif yang dilakukan oleh kabupaten dan kota dalam mengatasi berbagai persoalan dan meningkatkan kualitas hidup manusia dan komunitas di daerah setempat.

Tumundo juga mengharapkan dukungan semua pihak, sehingga proses penandatangan kerjasama (MoU) Kabupaten Minahasa masuk dalam Program Smart City tahun 2021 antara Menteri Kominfo RI dengan Bupati Minahasa, dapat terwujud, yang sesuai agenda Kemenkominfo RI akan digelar pada bulan Mei 2021 ini.

Webinar ini diikuti oleh para Kepala Bidang e-Government Diskominfo Minahasa Gogen Ngantung, S.E., para akademisi Unsrat di antaranya dosen teknik informatik Unsrat Yauli Rindengan, S.T., M.Sc., M.M., Ir. Lyndon Pangemanan, M.E., dari Fakultas Pertanian Unsrat, Dr Victorya Nisye Untu, S.E., dari Fakultas Ekonomi Unsrat, Glanny Mangindaan, S.T., M.T., Alicia Sinsuw, S.T., M.T., Nancy Tuturoong, S.T., M.T., dari Fakultas Teknik dan para peserta mahasiswa lainnya. (Imanuel Kaloh)



Sponsors

Sponsors