Bagikan Masker Medis, Kasat Pol PP Manado: Ini Bentuk Edukasi
Manado, MX
Roda untuk memutus pandemi Covid-19 terus digenjot. Kali ini dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Manado. Pembagian masker medis sekaligus bentuk edukasi dilaksanakan.
Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Manado, Yohanis Waworuntu mengatakan Satgas Penangan Covid-19 Kota Manado yang melaksanakan operasi simpatik terdiri dari pihak TNI, Polri dan Sat Pol PP.
"Sehingga apa yang ada di benak masyarakat, kami melakukan kegiatan-kegiatan yang berupa tindakan penegakan hukum. Tapi di sisi lain, kami melakukan tindakan preventif dan edukatif, seperti operasi simpatik protokol kesehatan, yaitu membagikan masker kepada warga masyarakat dan menggunakan masker yang disarankan oleh pemerintah pusat yaitu masker medis," kata Waworuntu, Selasa (13/4), di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado.
Ia menambahkan, operasi simpatik yang dilaksanakan bukan dalam rangka penindakan hukum atau pendisiplinan.
"Namun dianjurkan dan diimbau untuk mengunakan masker medis. Tetapi masker medis yang sudah digunakan wajib dimusnahkan. Tadi kami menyiapkan gunting. Dan memohon maaf kepada warga yang sudah menggunakan masker medis yang kami ambil, kami gunting dan kami ganti dengan masker yang baru, dengan maksud jangan sampai masker yang sudah ada ini disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini mengingatkan masyarakat supaya masker medis yang sudah digunakan tidak boleh melewati satu hari.
"Upaya ini dilakukan agar warga mengunakan masker medis dan menggunakan masker yang sehat. Kemudian, masker medis yang sudah dibuang, sudah menjadi sampah medis. Karena sangat berbahaya makanya akan dibuang di tempat yang semestinya dan tidak sembarang untuk dibuang. Itu wajib dimusnahkan seperti digunting," katanya.
Ia pun mengingatkan kepada seluruh warga kota Manado untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, guna memutus mata rantai penyeberangan pandemi Covid-19.
"Masyarakat mestinya harus sadar karena pandemi Covid-19 masih ada. Ingat, Covid-19 itu masih ada. Mari sama-sama kita panjatkan doa agar pandemi ini bisa segera berakhir agar kita bisa menjalani kehidupan seperti biasa lagi,” tandasnya. (Eka Egeten)



































