Ranperda Penyandang Disabilitas, Relawan Autis Sulut Berikan Masukkan
Manado, MX
Roda penggodokan rancangan peraturan daerah (Ranperda) Perlindungan dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas dipacu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut).
Relawan Autis Sulut dipanggil Badan pembentukan daerah (Bapemperda) untuk memberikan masukan terkait dengan penyusunan draft naskah ranperda di depan tim ahli.
Ketua Relawan Autis Sulut, dr. Meiny Manumpil mengatakan Ranperda ini harus mengakomodir keluh dan resah dari sekolah, guru dan juga orang tua.
"Kami mengharapkan agar supaya keberadaan sekolah-sekolah menjadi perhatian khusus. Tak hanya itu, pendidikan dan tunjangan guru pun harus mendapat perhatian serius," kata Manumpil saat rapat dengar pendapat (RDP) Bapemperda DPRD Sulut, Staf ahli dan Relawan Autis Sulut, Selasa (29/3) di ruang rapat Komisi I DPRD Sulut.
"Ada guru yang masih bependidikan SMA barus dibekali dengan pendidikan khusus, pun juga tunjangan guru yang saat ini mengajar masih sangat memprihatinkan. Selanjutnya, ada juga sekolah yang masih belum layak untuk melakukan proses belajar mengajar," sambung Ketua harian Relawan Autis Sulut, Resa Sangkoy.
Ini pun mendapat respon hangat dari Bapemperda DPRD Sulut maupun tim ahli.
Bapemperda pertama mengapresiasi peran relawan dalam hal kemanusiaan tersebut.
Pun, dalam penjelasan tim ahli penyusun naskah ranperda tersebut, mereka menyebut bahwa keresahan-keresahan yang di pikirkan oleh relawan telah di akomodir. Pun, tim ahli menguraikan sedikit isi draft naskah ranperda tersebut kepada relawan.
Melky Pangemanan pun berharap supaya dalam pembahasan berikut, relawan autis ini bisa ikut berkontribusi memberikan buah pemikiran dalam rangka penyusunan ranperda tersebut.
"Tentunya apresiasi dari kami untuk semua yang mau memberi diri dalam kerja kemanusiaan ini. Tentunya kami sangat berharap masukan-masukan nantinya," kata Pangemanan.
Diketahui bahwa ranperda tersebut ngotot di maksimalkan tahapan-tahapannya agar supaya pada triwulan II nanti ini sudah menjadi perda.
Relawan yang hadir pun antara lain, dr. Meiny Manumpil, Jeane Laluyan, Febriatny Mamonto, Resa Sangkoy, Falen Logor, Olfiane Kapojos dan Ardy Lumowa. (Eka Egeten)



































