Relawan T9 Voor AARS Siap Menangkan Andrei-Richard
Manado, MX
Komitmen tinggi dan solidnya tim relawan membuat pasangan calon yang bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 9 Desember 2020 mudah melakukan kerja-kerja pemenangan.
Hal inilah yang juga ingin diperlihatkan salah tim relawan T9 Voor AARS yang mendeklarasikan diri untuk mendukung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Manado, Andrei Angouw dan dr Richard Sualang (AARS).
Tak muluk-muluk, tim relawan T9 Voor AARS yang terbentuk untuk mendukung pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan dan mendapat dukung Partai Gerindra ini, merupakan sejumlah tokoh melenial dari berbagai lini. Mereka mengakui jika tulus membantu agar komitmen membangun Kota Manado lebih baik.
"Kami melihat komitmen yang baik dari Pak Andrei Angouw dan Pak Richard Sualang, terlebih lagi mempunyai visi dan misi yang baik untuk membangun kota Manado. Pasangan nomor urut 1 ini sudah teruji kinerjanya. Untuk itu kami ingin membantu mewujudkan komitmen itu agar Manado maju dan lebih baik, supaya dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional," kata ketua tim relawan T9 Voor AARS, dr. Crisje Eli Pinontoan, seusai deklarasi AARS dan pengukuhan seluruh tim relawan, Kamis (1/10).
Dalam sambutannya, calon wali kota Andrei Angouw menuturkan ucapan syukur dan terima kasih kepada seluruh tim pemenangan yang boleh mendukung Paslon AARS, dengan harapan bisa bekerja sama dengan solid untuk meraih kemenangan bersama.
"Kami berdua mengucapkan banyak terima kasih kepada yang mendukung kami dan marilah kita sambut salam kebangsaan kita, merdeka. Hari ini tanggal 1 Oktober. Salam kemerdekaan ini bukan milik PDI Perjuangan, ini adalah salam kebangsaan Indonesia," tutur Angouw.
"Tanggal 30 September 1945, Presiden pertama RI membuat maklumat mengenai salam kebangsaan dan salam ini mulai berlaku pada tanggal 1 Oktober 1945 dan tidak ada aturan yang mencabut maklumat tersebut. Jadi salam ini masih berlaku sampai saat ini dan salam ini milik bangsa Indonesia," ujarnya.
Angouw menambahkan, ketika bung Karno berkata, dua orang Indonesia bertemu di Bulan pun sampaikan salam merdeka ini.
"Jadi saya tegaskan salam merdeka adalah salam kebangsaan Indonesia. Dan hari ini tentunya hari Kesaktian Pancasila. Kami berdua sengaja memilih hari ini karena hari Kesaktian Pancasila karena dasar dari bangsa Indonesia adalah Pancasila yang merupakan pandangan hidup dari bangsa Indonesia,” ucapnya.
“Kalau mau berbuat sesuatu, kita harus tau soal pokoknya apa itu dulu. Kami mau mengingatkan sekaligus melakukan deklarasi pada hari ini untuk mengingat kita bahwa semua yang kita lakukan ini supaya tetap memelihara nilai-nilai Pancasila," terangnya.
Angouw menegaskan, kemerdekaan adalah jembatan emas. ”Bung Karno berkata, di ujung jembatan emas itu jalan terbagi dua. Menuju ke sama rata, sama rasa atau menuju ke sama rata sama payah. Kita tentu harus sama berjuang mengisi kemerdekaan ini menuju ke sama rata sama rasa, bukan ke arah yang sebelahnya," tandasnya.
Angouw menambahkan, untuk mengedepankan tujuan besar RI, yakni melaksanakan Trisakti yaitu negara harus berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.
"Untuk itu Sulawesi Utara (Sulut) harus menopang program-program tersebut, termasuk Manado harus menopang visi dan misi dari pemerintah Sulut, visi dan misi NKRI dan keberadaan kita sebagai bangsa yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945. Jadi kenapa saya mulai dari itu, karena kita harus lihat tujuan besar kita apa," kata Angouw kembali.
"Visi dan misi kami harus mengikuti tujuan awal dari bangsa ini, tujuan dari pemerintah Republik Indonesia, tujuan dari pemerintah provinsi, jadi ini visi dan misi saya dan Dokter Richard karena membangun itu harus sinkron, tidak bisa kita membangun sendiri. Kalau semua daerah membangun sendiri, negara ini tidak akan pernah aman," tandasnya. (Eka Egeten)



































