MRP : Sulut Telah Menjadi Laboratorium Kerukunan di Tanah Air


Manado, ME

Sebanyak 14 orang anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) dipimpin Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Keagamaan, Pdt Samuel Karubaba Waromi SH, yang bertindak selaku pimpinan rombongan melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang di Kantor Gubernur, Rabu (14/8).

 

Kedatangan lembaga adat setara DPRD ini, untuk melakukan dialog keagamaan bersama Pemprov dan Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSUA) Sulut, sebab MRP menilai daerah sulut telah menjadi laboratorium kerukunan di tanah air, ujar Pdt Waromi, sembari menyebutkan, penting bagi kami melakukan dialog ini, karena sudah menjadi kerinduan sesama anak bangsa yang ingin mendengar langsung berbagai arahan dan masukan dari Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang yang kami akui sebagai salah satu pemimpin daerah yang memiliki segudang pengalaman birokrat, sekaligus telah menjadi sosok pemimpin masyarakat majemuk. Sebab dibawah kepemimpinan beliau sulut telah menjadi daerah teraman di Indonesia.

 

“Alasan inilah sehingga kami ingin melakukan dialog keagamaan disini, karena kami diberi kewenangan oleh masyarakat papua untuk memupuk keberagaman budaya sekaligus menjaga kerukunan dan keamanan di tanah papua yang didiami 255 suku yang terbagi kedalam 7 wilayah adat, walaupun beda tapi satu dalam kultur,” jelas Waromi.

 

Kesempatan itu Sarundajang menjelaskan, potensi sulut terutama perikanan dan pertambangan yang memiliki kesamaan dengan papua termasuk kerukunan di sulut.

 

Sesungguhnya, sulut dan papua adalah satu, kita hanya dipisahkan oleh sejarah, karena 40 tahun lalu banyak guru-guru asal minahasa dikirim untuk mengajar di  tanah papua yang dikenal sebagai tanah damai dan merupakan bagian integral dari NKRI.

 

Dikatakan Gubernur, bangsa Indonesia  kaya akan potensi keberagaman agama, suku serta adat istiadat, didalamnya termasuk sulut dan papua dan ini harus disyukuri sebagai karunia dari Tuhan, tinggal bagaimana kita dikelola itu dengan baik sehingga bisa tercipta suasana rukun dan damai.

 

Contohnya  kerukunan disulut memiliki banyak jawaban “mengapa sulut rukun” ini bukan semu tetapi tulus karena didukung oleh seluruh komponen masyarakat yang didalamnya ada BKSAUA yang sudah ada sejak Tahun 1965 serta FKUB.

 

“BKSAUA memiliki jaringan hingga kedesa-desa, Mereka inilah yang membantu pemerintah daerah menjadi peredam terjadinya gejolak sosial,” ujar Gubernur.

 

Karena itu mantan Irjen Depdagri, memberi suport kepada MRP untuk terus bekerja keras. “Saya akan bersama kalian dalam mencari formula terbaik demi kepentingan rakyat papua,” ucap Gubernur sembari menyebutkan, sebenarnya saya berutang kepada rakyat papua, karena tahun lalu pernah diundang ke sorong, tapi karena kesibukan yang tak bisa ditinggalkan sehingga dibatalkan.

 

Namun lewat kesempatan ini sebelum berakhir masa jabatan  pasti akan datang kesana, sebab bagi saya papua tidak asing lagi, karena pernah dipercayakan pemerintah pusat  untuk menyelesaikan tapal batas antar negara yaitu  Indonesia dan PNG di Fanimo, dan waktu itu berhasil menetapkan batas kedua negara, ujar Gubernur.

 

Turut mendampingi Gubernur, Sekprov Ir. Siswa R Mokodongan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen, Inspektur Mecky M Onibala, Karo Kesra Dr. Bahagia R Mokoagow, Karo Organisasi Jemmy Ringkuangan serta presidium BKSAUA. (tim-me)

 

Foto : Foto bersama MRP, Pemprov dan BKSUA Sulut.(Ist)



Sponsors

Sponsors