Wenny Lumentut Serap Aspirasi Warga Tomohon
Tomohon, MX
Gelar Masa Reses II Tahun 2020, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Wenny Lumentut (WL), serap aspirasi masyarakat di tiga lokasi berbeda, Jumat (11/9). Kelurahan Kolongan dan Kelurahan Talete I, Kecamatan Tomohon Tengah, serta Kelurahan Paslaten I, Kecamatan Tomohon Timur.
Mengawali kegiatan, Lumentut menyampaikan, tujuan pelaksanaan reses ini adalah untuk menyerap aspirasi masyarakat.
“Ini reses terakhir saya, tanggal 23 September saya bukan lagi Anggota DPRD. Jadi, ini adalah reses, bukan kampanye. Aspirasi apa yang belum terjangkau oleh masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah, sepanjang itu merupakan tugas Pemerintah Provinsi, kami punya kewajiban untuk menindaklanjuti. Kalau itu tugas Pemerintah Kota, kami sebatas memberitahukan,” terang Lumentut saat membuka kegiatan reses.
Berbagai keluhan dan usulan pun disampaikan warga dalam pelaksanaan reses tersebut. Seperti di Kelurahan Kolongan, masyarakat mengusulkan adanya pembangunan infrastruktur jalan penghubung Kolongan-Woloan. Sementara, di Kelurahan Talete I, masyarakat mengeluhkan masalah air bersih.
“Kami mau mengeluhkan mengenai air bersih. Lingkungan III kalau sudah siang, sudah tidak kebagian air. Tidak ada air yang keluar, malahan hanya angin saja yang keluar. Tapi, kalau giliran mau membayar, banyak sekali yang harus dibayar. Jadi, kami minta Pak Wenny untuk memperhatikan hal itu,” keluh warga.
Menanggapi apa yang disampaikan warga, Lumentut mengungkapkan, dirinya hanya bisa memberikan masukan dan saran. Baik buruknya pelayanan PDAM, itu menjadi tanggung jawab pemerintah kota Tomohon.
“Kami hanya bisa memberikan masukan dan saran. Sebab, baik buruknya pelayanan PDAM, itu adalah tanggung jawab pemerintah yang ada sekarang. Saya tidak mau berjanji kalau saya tidak mampu memenuhi. Saya menjelaskan apa adanya. Tapi, satu ketika saya mampir, saya akan sampaikan itu. Saya tidak mau berjanji lebih, tapi ini merupakan catatan buat kami, yang akan kami tindaklanjuti suatu ketika nanti,” kata Lumentut.
Di sisi lain, masyarakat Kelurahan Paslaten I mengeluhkan terkait masalah pendidikan, kegiatan pertanian yang macet, harga produksi murah, serta tidak adanya wadah yang bisa menampung hasil usaha petani dan pedagang pasar.
Menanggapi keluhan tersebut, Lumentut mempersilahkan untuk memasukan proposal demi kebaikan semua masyarakat.
“Silahkan masukan proposal, untuk kebaikan kalian. Tapi, betul-betul semua bisa dipertanggungjawabkan. Karena, ini uang pemerintah dikembalikan ke masyarakat. Harus komplit administrasi,” tandas Lumentut. (Eka Egeten)



































