Dampingi Angouw di Manado, Sualang Optimis Menang


Manado, MX

Teka-teki pendamping Andrei Angouw di pemilihan wali kota Kota Manado terjawab. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) resmi mengusung pasangan Andrei Angouw dan Richard Sualang (AA-RS) untuk bertarung di Pilkada Kota Manado, Desember mendatang.

Hal tersebut diumumkan langsung oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik Puan Maharani secara virtual, disaksikan oleh Ketua Umum (Ketum) Megawati Soekarnoputri, Rabu (2/9).

Setelah mendapatkan kepercayaan mendampingi Andrey Angouw, Dirinya mengatakan rasa syukur telah diberikan kesempatan DPD PDI-P dan memohon doa sekaligus dukungan masyarakat Kota Manado.

"Tentunya saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa (TYMK), karena saya dan Pak Andrei telah ditugaskan oleh DPP partai untuk maju di Pilkada Kota Manado dan tentu juga saya dan Pak Andre berterima kasih kepada Ketum Ibu Megawati," katanya.

Sualang menambahkan, PDI-P membutuhkan sinergitas dalam pembangunan di Kota Manado dan tentu itu semua akan dimulai dengan mendapatkan mandat rakyat melalui Pilkada.

"Ini tentunya yang kami akan perjuangkan. Mohon masyarakat seluruh kota Manado membantu dan mendoakan kami supaya kami mendapat dukungan rakyat pada 9 Desember yang akan datang," pintanya.

Lanjut dikatakan Sualang, visi misi dari pasangan AA-RS, akan sama dengan Presiden Jokowi dan pasangan Olly-Steven. Dan untuk muatan lokal akan diimplementasikan dalam progam nanti.

"Untuk target tentunya menang. Kalau mau bilang berapa persen, tentunya aturannya lima puluh persen plus satu kemenangan sudah menang. Untuk langkah menghadapi pasangan dari Partai Nasdem dan Partai Demokrat, kami optimis menang. Daya dan Pak Andre itu anggota legislatif, apalagi beliau (Andrei, red) adalah Ketua DPRD Sulut. Kami berdua optimis akan menang. Ini tanpa mendahului kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa" tandasnya.

Sementara itu, ketika ditanyakan apa yang menjadi alasan ketika memilih menjadi calon wakil wali kota, dirinya mengungkapkan, di kader PDI-P sesuai pengarahan Ketum DPP PDIP, kader siap ditempatkan di mana saja.

"Pak Andre dan saya pada saat ini berada di legislatif, mendapatkan tugas berjuang mendapatkan kursi eksekutif. Sebagai kader kita ikut perintah partai. Kalau di politik tidak ada taruhan, itu tidak seru. Jadi harus ada diperjuangkan dan harus ada dipertaruhkan," katanya.

Sualang juga menambahkan, kalau melihat sistem politik di Indonesia, dulunya cita-cita seorang politisi ke legislatif jadi anggota dewan, karena ada sistem undang-undang yang membolehkan dan tugas kepartaian maka harus memberdayakan semua politisi yang muda untuk berani mengambil keputusan untuk mau menjadi eksekutif.

"Yang pasti cita-cita saya sejak menjadi kader PDI-P, memperjuangkan kesejahterakan rakyat, maka dari itu saya mengambil langkah maju di eksekutif," jelasnya.

"Menjadi alasan kenapa saya dipilih mendampingi Pak Andrei itu harus ditanyakan kepada DPP, tapi saya menduga itu loyalitas. Karena saya sudah cukup lama di partai meski usia muda," tutupnya. (Eka Egeten)



Sponsors

Sponsors