Deprov Sulut Desak Pemprov Tuntaskan Eceng Gondok Danau Tondano


Manado, MX

Desakan untuk menuntaskan permasalahan eceng gondok di Danau Tondano kembali digaungkan Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Nada tegas itu terlontar dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulut, Kamis (4/6), di ruang rapat komisi.

Deprov Sulut meminta pemprov Sulut berinovasi menyelesaikan polemik ini. Sehingga keberadaan eceng gondok yang menyurutkan debit air Danau Tondano segera dituntaskan.

Koordinator Komisi 3, James Arthur Kojongian menyampaikan, sekarang ini telah ada anggaran Rp 10 miliar. Harapannya bisa dipakai untuk segera menyelesaikan masalah di Danau Tondano.

Diakui, sebenarnya kalau ingin serius dana ini sangat minim, harus ada penambahan.

"Kita berupaya bersama-sama sambil juga berharap masyarakat di seputar danau harus ikut membantu," kata Wakil Ketua DPRD Sulut ini.

Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Sulut, Stella Runtuwene menyampaikan, Pemprov Sulut bisa studi banding di Jakarta. Danau Sunter mampu dibersihkan saat Basuki Tjahja Purnama (Ahok) menjadi gubernur.

"Sebelumnya di Danau Sunter penuh eceng gondok. Di Jakarta, saat Ahok pegang, hilang. Coba cari tahu cara menghilangkannya bagaimana," ucapnya.

Anggota Komisi 3 DPRD Sulut, Amir Liputo menegaskan, pemerintah harus secepatnya bertindak. Jangan sampai terjadi seperti di Gorontalo. Akibat lambat ditangani maka terjadi krisis air.

"Danau Tondano harus terpelihara. Kalau itu kering maka bahaya sumber air kita. Lihat Danau Limboto, habis. Sekarang ini debit air kalau hujan ada tapi ketika surut dia kering sehingga air sekarang sangat susah. Kita juga harus rapat dengan Balai Sungai. Ini juga kewenangan pemerintah pusat lewat balai," kata Liputo.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PU Provinsi Sulut, Adolf Harry Tamengkel mengungkapkan, pihaknya akan mendorong untuk 5 alat yang diturunkan supaya bisa menyelesaikan eceng gondok ini.

"Dana Rp 10 milar yang tertata di APBD lebih untuk pengadaan alat baru. Kita baiknya akan on the spot melihat di lapangan. Kalau di Kuwil (Minahasa Utara) kita masih akan membangun waduk, ini sudah diberikan Tuhan gratis Danau Tondano maka harus kita jaga," tandasnya. (Eka Egeten)



Sponsors

Sponsors