Foto: Sandra Rondonuwu
Legislator Sulut Sebut Semangat Mapalus Harus Ditumbuhkan di Era New Normal
Manado, MX
Pandemi Covid-19 mengubah kebiasaan masyarakat secara umum. Tatanan baru menjalani protokol kesehatan anti Covid-19 adalah kemutlakan. Dan ini pasti menggeser banyak hal, termasuk dalam tatanan kebudayaan.
Hal ini pun diungkapkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Sandra Rondonuwu. Menurutnya di situasi "new normal" ini ada perluang untuk kembali memantapkan lagi penghargaan budaya, termasuk kearifan lokal yang bergeser selama ini.
"Di era new normal, kearifan lokal seperti mapalus yang seirama dengan semangat gotong-royong harus menjadi etos budaya yang terutama bagi masyarakat," ucapnya, kepada media ini, Kamis (4/6).
"Di Sulawesi Utara secara umum dapat dikembangkan semangat mapalus yang selama ini mulai hilang," ujarnya.
Menurut pegiat sosial kebudayaan ini, konsepsi mapalus penting digalakan agar manusia bisa survive menghadapi pandemi Covid-19.
“Modal sosial kita adalah semangat mapalus. Mapalus di sini dalam pemahaman universal yang tentu bisa dimaknai secara luas. Di mana dengan saling bermapalus kita bisa mengatasi berbagai hal, termasuk masalah ekonomi, sosial, budaya dan keagamaan,” ujar politisi PDI-P Sulut ini.
"Tentunya perlu digali lagi etos-etos mapalus yang selama ini mulai hilang dan ditinggalkan karena pengaruh globalisasi yang membuat orang makin individualistik. Sehingga bila mapalus ini kembali digalakan maka diharapkan kepedulian sosial akan mendorong pada semangat persatuan, pada akhirnya bisa membereskan urusan keadilan sosial yang selama ini menjadi keprihatinan," tuntasnya. (Eka Egeten)



































