Kelangkaan Elpiji Kembali 'Teror' Sulut
Pertamina Dinilai Lakukan Pembohongan Publik
Manado, MS
Janji Pertamina Manado untuk memenuhi ketersediaan stok gas elpiji 3 kilogram di Sulawesi Utara, sebelum dan sesudah Lebaran, hanya pepesan kosong. Salah satu bahan kebutuhan pokok masyarakat itu, kini lenyap di pasaran.
Agen dan pangkalan pada umumnya kosong. Jika ada, harganya pun melonjak hingga Rp30 ribu pertabung. Warga pun menjerit. Sebuah badan usaha milik negara (BUMN) itu, kembali menebar teror di Bumi Nyiur Melambai.
Sorotan serta kecaman tajam pun mengalir deras dari berbagai elemen masyarakat. Pertamina Manado diminta bertanggung-jawab. Pemerintah Provinsi maupun kabupaten kota diminta tidak tinggal diam. Krisis gas dinilai telah sangat meresahkan.
“Sejak kemarin (Jumat,red), gas elipiji 3 kilogram sulit didapati. Semua agen, pangkalan dan eceran kosong. Kita kesulitan untuk memasak, karena telah menggantungkan penggunaan bahan bakar pada gas,” keluh Alom Maliangkay salah satu Ibu Rumah Tangga asal Langowan, Minahasa.
“Kami minta pemerintah segera menyikapinya serta menekan Pertamina. Harus ada sikap tegas. Sebab kelangkaan ini bukan yang pertama kalinya terjadi, tapi telah berulang-ulang. Pertamina itu lebih banyak bohongnya,” semburnya lagi.
Pengamat ekonomi pun ikut jengah. “Baru sehari pasca lebaran, gas elpiji sudah langka. Pertamina Manado jelas telah melakukan pembohongan publik. Sebab mereka (Pertamina Manado,red) telah janji, stok gas aman hingga 10 hari pasca Lebaran,” lugas Febry Lumbu SE.
Lumbu pun mendesak Pemprov segera bersikap. “Jangan sungkan-sungkan untuk melaporkan ketidak becusan direksi Pertamina Manado ke Pertamina Pusat. Jika kekosongan gas 3 kilogram berlanjut, ini akan lebih meresahkan masyarakat dan mengganggu perekonomian Sulut,” tandasnya.
Marketing Branch Pertamina Region VII Suluttenggo Elhard TB Wariki, belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi via telepon genggam di nomor 081138111xx, lagi tidak aktif. Namun sebelum lebaran, Pertamina Manado sempat menjamin stok elpiji mampu menjamin ketahanan hingga 10 hari pasca hari raya. “Persediaan elpiji di Sulawesi Utara aman hingga 10 hari ke depan setelah Lebaran. Stok elpiji yang ada baik di stasiun pengisian Pertamina maupun titik pengecer berkisar 1.400 metrik ton (MT), ini menjamin ketahanan lebih 10 hari. Jadi kalau dihitung dari sekarang berarti ketahanannya hingga sepekan sesudah Lebaran," kata Wariki, kepada sejumlah wartawan kala itu.
Pemprov Sulut, melalui Jubir Yudhistira Siwu ketika dikonfirmasi harian ini, menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan Pertamina Manado terkait kelangkaan gas 3 kilogram tersebut. “Pemprov akan segera memanggil Pertamina Manado Senin besok (hari ini,red), untuk meminta klarifikasi soal kelangkaan Gas yang terjadi di sejumlah daerah di Sulut. Sekaligus akan meminta Pertamina untuk memenuhi kebutuhan Gas. Sebab itu sudah kewajiban mereka (Pertamina,red),” tandasnya. (raimon sumual/media sulut)



































