Tim Medis Jemput Warga Menggunakan APD, Masyarakat Bertanya-tanya
Kema, MX
Tim medis melakukan penjemputan salah satu masyarakat di Desa Kema III. Mereka menggunakan alat pelindung diri (APD) Covid-19. Hal ini membuat masyarakat sekitar bertanya-tanya.
Peristiwa itu tersaji Kamis (14/5), sekira pukul 19.00 Wita. Warga menyaksikan petugas medis RSUD Maria Walanda Maramis dan Puskesmas Kema, beserta dengan Kapolsek Kema, mendatangi rumah salah satu warga desa mereka.
Vilma Anthoni, S.H., M.H., Camat Kema memberikan tanggapan mengenai kejadian tersebut.
Ia mengungkapkan, masyarakat yang dijemput merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Pada awal pemeriksaan menunjukkan pasien negatif Covid-19. Tetapi hasil test swab terakhir dari pihak Rumah Sakit terkonfirmasi pasien positif corona.
"Kiranya masyarakat tetap tenang, tetap mengikuti imbauan pemerintah, dan tentunya semua harus menjaga kesehatan," ajak Camat.
"Jangan terlalu khawatir dan takut berlebihan karena akan mempengaruhi kesehatan kita," lanjutnya.
Camat juga menjelaskan, sejumlah langkah akan segera diambil pemerintah.
"Kami pemerintah akan secepatnya melaksanakan penyemprotan di rumah pasien dan juga melakukan screening awal untuk mendeteksi antibodi (rapid test) lingkungan sekitarnya," tutupnya.
Sementara, pihak Puskesmas melalui dr. Lucky Tumatar, meminta warga janganlah mengeluarkan stigma negatif kepada sesama masyarakat.
"Nanti hasil medisnya keluar baru akan ditentukan yang bersangkutan benar-benar sakit atau tidak. Jadi marilah kita bersabar dengan menunggu hasil yang akurat dan jangan menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya (hoax) ataupun belum tau kejelasannya," terang Lucky.
"Intinya kami selaku tim medis, kami hanya menjalankan tugas dan tetap di dalam prosedur," tutupnya. (Joy)



































