Curhat, DPRD Boltim Salahkan Media


Tutuyan, ME

Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dalam rangka penetapan Peraturan Daerah (Perda) Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Bupati atas pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) diwarnai dengan curahan hati (curhat) wakil rakyat tersebut atas masalah yang menimpa mereka (DPRD Boltim).

 

Anggota Dewan, Rita Lamussu Manoppo yang mewakili 4 fraksi DPRD dalam pandangan umum fraksi terkait LPj, disela-sela itu Rita juga membacakan curhat DPRD terkait masalah yang melilit wakil rakyat tersebut. Akhir-akhir ini, mereka seolah menyalahkan media massa dalam pemberitaan yang disebutnya menghina dan menfitnah para Dewan Boltim.

 

“Kami terus dihujat atau fitnah dengan berita negatif. Ternyata legislatif dan eksekutif adalah musuh yang saling pukul dan saling serang. Sedih memang, reseh memang, cemen memang karena itu adalah bahasa koran yang kita tahu bersama,” ujar Rita dengan muka yang muram.

 

Rita terus menyalahkan media dalam pemberitannya yang seolah memaksa mereka agar segera ditahan oleh kepolisian sebelum libur lebaran.

 

“Saat ini apa yang dihasilkan legislatif Boltim bagi mereka (media) adalah setara sampah karena kita semua bakal ramai-ramai di PAW,” ungkapnya.

 

Ditambahnya, akibat pemberitaan media keluarga, tetangga, sudara, dan masyarakat mengetahui dan menanyakan hal tersebut. Diakuinya dilain pihak kita harus menghormati hukum yang berlaku.

 

“Tapi saya hanya takut penjara akhirat dan tidak takut penjara di bumi. Kejadian ini legislatif lebih banyak berintrospeksi diri dengan eksekutif. Kita semua ambil hikmahnya. Untuk sadar dan memperbaiki diri masing-masing sebab masyarakat semua telah membaca,” tuturnya.

 

Sementara itu Ketua Forum Wartawan Biro Boltim, Pusran Beeg mengatakan, pernyataan dewan yang menyalahkan media terkait pemberitaan penetapan tersangka terhadap dewan terkait kasus MaMi maka dewan salah alamat.

 

“Kalau para Dewan tidak terima pemberitaan jangan lakukan hal seperti itu, dan saya kira selama ini apa yang diberitakan teman-teman Pers dalam taraf yang wajar dan memenuhi etika jurnalis. Jadi siapa  yang salah dan siapa yang memfitnah, kalau menyalahkan Pers itu salah besar,” ujar Pusran. (Rahman Igirisa)



Sponsors

Sponsors