Pemprov Salurkan Bantuan Lewat Organisasi Keagamaan, Warga: Pengaturan Kurang Efektif
Tombulu, MX
Program dan kebijakan untuk meringankan beban bagi masyarakat terdampak virus corona (Covid-19), baik dalam bentuk tunai maupun sembako, terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut).
Kali ini, Pemprov Sulut menggandeng organisasi keagamaan dalam mendistribusikan bantuan sosial (Bansos) agar benar-benar terarah, efektif, dan tepat sasaran.
Namun, hal itu tidak seperti diharapkan. Bantuan tersalurkan kepada masyarakat tidak merata, juga tidak sesuai daftar bahan dalam berita acara serah terima bantuan bahan dan barang serta logistik bencana alam dari Pemprov, dalam hal ini Dinas Sosial (Dinsos) Daerah.
Itu terpantau di Paroki Bunda Hati Kudus Yesus (BHKY) Rumengkor, Kecamatan Tombulu yang meliputi tiga desa, yakni Rumengkor, Rumengkor Satu dan Rumengkor Dua, Minggu (10/5)
Bantuan yang diterima warga, ada mendapat 5 jenis bahan dan ada yang hanya 3 jenis saja. Sejumlah warga pun mengeluhkan pembagian bantuan Pemprov Sulut melalui lembaga keagamaan. Mereka menilai itu tidak efektif.

Hal tersebut diungkap salah satu warga yang enggan identitas diberitakan.
"Ada yang dapat hanya 3 macam. Mie instan 9 bungkus dan ikan kaleng 1 serta masker 2 buah. Ada yang lain dapat dengan beras 5 Kg, mie instan 10 bungkus, minyak 1 kg dan ikan kaleng 3 serta masker 5 buah,” tutur warga.
Meyke Lenak, Sekretaris Wilayah Rohani Paroki BHKY membenarkan hal itu. Ia mengatakan, "Yang hanya mendapat bantuan 3 jenis, itu karena kebijakan kami. Dilakukan guna menghindari keluhan keluarga lain yang tidak tercover bantuan pemprov ini. Di wilayah kami, hanya 14 KK sebagai penerima. Jadi kami lakukan pembagian seperti itu, biar semua kebagian," jelasnya saat dikonfirmasi ManadoXpress.com, Selasa (12/5).
"Nantinya, mereka yang tidak mendapatkan beras dan minyak. Akan kami prioritaskan di bantuan berikut. Dalam dekat ini akan ada bantuan yang masuk," pungkasnya.
Terkait hal itu, Pastor Paroki (BHKY) Rumengkor, Pastor Bastian Adhiwiyono Sapang, MSC tidak memberi penjelasan lebih.
"Kalau soal itu, tanyakan kepada Ketua Bidang Dewan Paroki yang ada, itu sudah saya serahkan semua kepada mereka untuk mengurus bantuan tersebut," kata Bastian.
Sementara itu, Marthinus Mamuaja, SE selaku Dewan Paroki BHKY Rumengkor mengatakan, "Itu sudah dari keuskupan, torang tinggal menyalurkan. Kami salurkan sesuai paket," jelasnya.
Diketahui, jenis bantuan per paket yang diberikan Pemprov Sulut, terdiri dari beras 5 kg, mie instan 10 bungkus, ikan kaleng 3 kaleng, minyak kelapa 1 Liter, tas kemasan 1 buah, masker 5 buah dan kantong plastik 1 lembar serta stiker keterangan kebutuhan dasar bahan pangan. (Pieter Kim)



































