Dinilai Tidak Tepat Sasaran, Warga Koka Keluhkan Penerima BLT-DD yang Ditetapkan


Tombulu, MX

Data Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) bagi warga terdampak pandemi Covid-19 di Desa Koka, Kecamatan Tombulu, yang telah diverifikasi dalam musyawara desa (Musdes), dianggap tidak tepat sasaran.

Akibatnya, mereka yang melakukan musyawarah menjadi sasaran kemarahan warga. Warga menganggap proses pendataan tidak adil. Hal ini dikatakan oleh beberapa warga kepada manadoxpress.com, Sabtu (25/4).

"Hasil verifikasi yang ditetapkan dalam musdes itu tidak sesuai kriteria sebagai penerima bantuan. Karena sesuai yang diumumkan di pengeras suara, nama-nama yang diumumkan itu ada warga yang masih tanggungan orang tua. Yang belum nikah," ungkap Stive, warga Desa Koka yang enggan identitas lengkapanya ditulis.

Ditambahkan, "Perangkat desa juga terdaftar dalam penerima BLT. Dorang pake dorang pe istri pe nama dan dorang pe anak pe nama. Ini kan tidak wajar. Contohnya, Sekdes pe anak yang juga belum menikah," ungkapnya.

Warga berharap, penerima bansos yang ditetapkan ditinjau kembali.

"Harapan kami, penerima yang ditetapkan ditinjau kembali supaya tepat sasaran," pintanya.

Menyikapi itu, Hukum Tua Desa Koka, Beltina S. Mongan, SE mengatakan, untuk kebenaran informasi tersebut tanyakan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang juga hadir di saat musdes, Rabu (22/4) waktu lalu. Menurutnya, jika dirinya yang menjelaskan nanti terkesan membela diri.

"Nanti tanya pa Ketua BPD, karena dorang ada hadir, itu tim independen. Torang ada beking rapat, beking validasi, deng ambe data, deng termasuk mendata. Jadi kalu kita mo jelaskan nanti bilang mo bela diri ato Kumtua pe benar. Boleh tanya noh pa yang Ketua BPD Bapak Pdt. Stenly. Tanya pa dorang itu kebenaran," jelas Mongan.

Namu ia juga membenarkan ada yang belum berkeluarga menjadi penerima BLT-DD. Dijelaskan, mereka itu sudah berumur dan wajar mendapat bantuan, jadi bukan anak muda.

"Ada, yang mungkin bukan yang muda. Dalam arti mereka masih muda mar so tua kasiang yang perlu dibantu. Hidup sandiri, so tua, yang belum kaweng. Bukang muda-muda pemuda," katanya.

Dikatakan juga, dalam Musdes hadir Ketua BPD, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat yang ikut menyaksikan penetapan penerima BLT.

"Jadi ada rapat, ada berita acara. Ada tanda tangan daftar hadir. Yang hadir, ada tokoh agama, tokoh masyarakat, ada tokoh pemuda, ada dari LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat, red)," ucapnya.

"Dari jam 9 sampe jam 1 cuma da rapat validasi, mar biasa itu. Dalam musdes ditetapkan penerima BLT 132 KK, kalu nda salah. Dan untuk bansos Kemensos itu 114. Jadi total 200 lebih," pungkasnya. (Pieter Kim)



Sponsors

Sponsors