Kakak Soe Hok Gie, Cendekiawan Arief Budiman Meninggal Dunia
Salatiga, MX
Kabar duka datang dari dunia pendidikan Indonesia. Guru besar, sosiolog Dr. Arief Budiman meninggal di Rumah Sakit Ken Saras, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (23/4) pukul 11.40 WIB.
Soe Hok Djin yang lebih dikenal sebagai Prof Dr Arief Budiman bin Salam Sutrawan, meninggal di usia 79 tahun. Doktor lulusan Harvard University tersebut meninggalkan istrinya S. Leila Chairani beserta anak dan cucu.
Informasi ini dilansir dari akun pribadi media sosial (facebook, red) peneliti Human Right Watch, Andreas Harsono. Katanya, ia mendapatkan kabar tersebut dari anak Prof Arief, Adrian Budiman.
"Arief Budiman atau Soe Hok Djin (1941-2020), seorang cendekiawan publik, pernah mengajar di Universitas Kristen Satya Wacana dan Universitas Melbourne. Ia meninggal dunia sekitar pukul 11 di sebuah rumah sakit dekat rumahnya di Salatiga, hari ini, menurut anaknya Adrian Budiman," katanya.

Lebih lanjut Andreas mengungkap, riwayat kakak aktivis tahun 60-an Soe Hok Gie itu, banyak mendidik mahasiswa untuk berpikir kritis, memberikan bacaan bermutu - dari Simone de Beauvoir sampai mingguan The New Yorker - menularkan sikap kritis dan keberanian namun juga bisa mengukur diri, dan paling penting, memberikan contoh nyata dalam menjaga integritas dan independensi.
Andreas Harsono mengakui bahwa Prof Arief Budiman sebagai gurunya, yang turut berpengaruh dalam cara berpikir dan kehidupanya.
"Dia salah satu guru saya sejak 1984 di Salatiga. Mulai dari ikut kuliah soal pembagian kerja secara seksual, sampai membaca berbagai esai dari adiknya, Soe Hok Gie, yang meninggal 1969 di Gunung Semeru. Bahkan, sesudah lulus dan kerja di Jakarta, Arief adalah teladan yang kokoh. Rendah hati. Disiplin. Tak mau bikin repot orang," tuturnya.
"Goenawan Mohamad, kawannya selama enam dasawarsa, menyebutnya sebagai cendekiawan yang murni, orang lurus yang tak pernah terpikat dengan kekuasaan. Terima kasih dan selamat jalan Pak Arief," tutup Andreas Harsono.
Diketahui dari keterangan keluarga yang ditulis Diena Arie dan beredar di media sosial bahwa almarhum dimakamkan di Pemakaman Bancaan Salatiga, pada hari yang sama, Kamis (23/4). Keluarga bermohon untuk mendoakan dari rumah masing-masing dan mengampuni segala kesalahan Prof Arief.
"Mengingat kondisi pembatasan sosial saat ini, kami mohon agar turut mendoakan almarhum dari rumah masing-masing. Jenazah akan diberangkatkan dari RS Ken Saras, langsung menuju pemakaman Bancaan. Mohon saudara, para sahabat dan kenalan memaafkan semua kesalahan-kesalahan Pak Arief. Allah Yang Maha Penyayang mengampuni semua dosa-dosanya dan menerima amal ibadahnya. Semoga almarhum husnul khatimah. Aamiin Yaa Robbal Alamiin. Tidak lupa atas nama keluarga, kami menyampaikan terimakasih atas segala doa, perhatian, dan cinta kasih dari saudara dan sahabat atau teman untuk Pak Arief selama ini. Semoga Allah yang Maha Kuasa membalas dengan kebaikan. Aamiin Ya Rabbal Alamiin," tulisnya. (Yonatan Kembuan)



































