Maknai Hari Kartini di Tengah Pandemi, Ashley Ajak Perempuan Berkreasi


Tomohon, MX

Memaknai Hari Kartini, 21 April, Ashley Silitonga berbagi pandangannya. Ia pun mengajak perempuan-perempuan Indonesia untuk berkreasi.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado itu mengatakan, kadang para pemuda terlalu jauh memaknai Hari Kartini.

Ia melihat makna Kartini, tak jauh ada dalam sosok ibunya.

"Makna seorang Kartini ada dalam ibu saya, yang melahirkan saya dengan penuh perjuangan. Ibu saya seorang single mother, dan dia menunjukkan semangat Kartini dalam hidupnya. Tanpa ayah, saya dan adik bisa hidup layak," terang Ashley.

Dalam kondisi saat ini, Ashley mengatakan semangat Kartini nampak pada pejuang perempuan yang berada di garda terdepan dalam masa pandemi ini. "Para dokter dan perawat perempuan yang meninggalkan keluarganya, demi para pasien Covid-19 yang satu langkah menuju maut, berjuang untuk menyelamatkan orang lain," ujar Ashley.

Di tengah pandemi Covid-19, ia mengajak para generasi muda, khususnya perempuan untuk lebih berkreasi dalam hal-hal kecil di setiap aspek kehidupan.

"Siapa bilang perempuan lemah? Tidak tahu apa-apa? Justru perempuan cenderung lebih inovatif dan kreatif dalam hal-hal kecil," tegas Ashley.

Merespon imbauan pemerintah, ia memproduksi masker sekaligus mengedukasi masyarakat.

"Saya memproduksi masker lalu menjualnya. Juga berbagi ilmu tentang masker alami atau organik yang aman untuk kulit," kata mantan Sekretaris Bidang Humas Himpunan Mahasiswa (Hima) Tomohon itu.

Kemudian di bidang kecantikan, ia banyak memotivasi dan membantu teman-temannya yang ingin merawat wajah namun kendala biaya.

"Seperti saya yang kuliah di semester akhir, banyak pengeluaran dan juga belum ada pemasukan. Masih dapat jajan dari orang tua, jadi saya sering memberikan referensi skincare yang ramah di kantong pelajar," terang mahasiswa Jurusan Manajemen ini.

Menurut prinsipnya, cantik tidak harus mahal. "Tanpa diendorse, saya memberikan contoh-contoh skincare di bawah Rp 100 ribu dengan hasil yang memuaskan. Tidak hanya itu, saya menunjukkan perubahan wajah saya dalam satu bulan dengan berbagi tips, dan cara menggunakan produk-produk kecantikan tersebut," jelas Ashley.

Ia berharap, para pemuda tidak hanya diam selama stay at home.

"Kita harus hadapi dan manfaatkan kondisi ini dengan berkreasi, berinovasi. Jangan hanya diam," tutur Ashley. (Anugrah Pandey)



Sponsors

Sponsors