Manfaatkan Berbagai Fitur, Kembuan Terapkan Kuliah Daring Berkualitas


Manado, MX

Merespon kebijakan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, akademisi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Roger Kembuan, mempraktekkan mengajar jarak jauh atau daring (dalam jaringan).

Kepada Wartawan ManadoXpress.com, Senin (20/4), Kembuan menjelaskan cara mengajar daring tersebut.

Untuk bertatapan dengan mahasiswa, ia sering memakai aplikasi Zoom atau Hangout.

“Kebanyakan dosen di FIB Unsrat, menggunakan aplikasi Zoom yang sudah difasilitasi Unsrat dengan akun yang dilanggan oleh institusi,” ujar dosen Prodi Ilmu Sejarah itu via Whatsapp.

Diungkapkan, ada juga yang menggunakan Big Blue Button (fitur video conference) dalam portal e-learning Unsrat (elearning.unsrat.ac.id).

“Tapi baru bisa diakses, jika dosen yang bersangkutan telah membuat Modul E-Learning Multimedia. Ini sementara dikembangkan. Wakil Rektor 1 Unsrat mengharapkan tahun 2021, sudah 35 persen mata kuliah yang tersedia Modul E-Learning Multimedia,” kata Kembuan.

Kalau tugas untuk mahasiswa, Kembuan menggunakan Google Classroom dan fitur yang ada di portal e-learning.

“Untuk tugas ada beberapa cara, yaitu menggunakan Google Classroom dengan menggunakan akun email Unsrat dosen dan mahasiswa. Email tersebut domainnya,  contoh nama@unsrat.ac.id. Tugas dibuat pdf atau difoto, dan diunggah ke kelas online yang dibuat dosen,”jelas Kembuan.

“Tapi ada juga beberapa mata kuliah yang sudah lengkap modul multimedianya, dan full menggunakan portal e-learning Unsrat yang punya fitur unggah tugas secara mandiri,” tambahnya.

Untuk Ujian Mid Semester dan Semester nanti, ia menggunakan fitur Moodle dan Zoom.

“Ujian secara langsung lewat komputer atau handphone (hp) di rumah. Dan ketika rentang waktu ujian yang ditentukan, modul ujian akan bisa diakses oleh mahasiswa. Mirip seperti ujian nasional online. Dan sistem akan memeriksa secara otomatis jawaban mahasiswa. Kalau ujian wawancara langsung, lewat Zoom untuk mata kuliah keterampilan berbahasa asing,” papar Kembuan.

Untuk bimbingan proposal tugas akhir dan skripsi, ia jadwalkan setiap mahasiswa satu minggu dua kali, di jam yang disepakati.

“Cara bimbingannya dengan menggunakan file yang diunggah di google drive, yang hanya bisa diakses oleh dosen dan mahasiswa bersangkutan. Jadi history pembimbingan dapat dilihat, dan tidak takut kehilangan file data skripsi tersebut karena ada di cloud. Kemudian menggunakan Share Screen di Zoom, untuk melihat file tersebut bersama-sama dan berdiskusi untuk perbaikannya,” urai Kembuan.

Ia mengakui, dalam kuliah daring pasti ada kendala seperti, data kuota sampai signal.

“Oleh pimpinan universitas sudah berusaha mengatasi dengan memberi subsidi kuota ke mahasiswa. Dan kalau saya pribadi, tugas dan kehadiran bagi yang punya masalah signal, digantikan dengan tugas terstruktur mandiri yang sudah ada di RPS (Rencana Pembelajaran Semester), yang filenya dibagikan di awal semester. Nanti, mahasiswa tersebut bisa unggah di portal ketika sudah ada signal,” terang Kembuan.

Ia menegaskan, cara yang ia praktekkan ini lebih efektif dari pada bertemu di kampus.

“Waktu lebih fleksibel. Juga kartu bimbingan online sudah disediakan fakultas, jadi bisa diisi secara online. Daftar ujian juga secara online dengan mengunggah semua syarat ujian,” jelasnya.

Kembuan menambahkan, tidak berada dalam ruangan di kampus bukan berarti libur, tapi perkuliahan diubah menjadi kuliah online.

“Sekarang bagaimana mekanisme kontrolnya. Tentu setiap fakultas berbeda-beda. Tapi pimpinan mengecek setiap kelas daring, dengan dosen mengirim ke WAG (Whatsapp Group) screenshoot kuliah. Bisa dari berbagai aplikasi. Dan absen mahasiswa dibuat dengan mewajibkan mahasiswa untuk screenshoot kehadiran waktu kuliah online,” tutup Kembuan. (Anugrah Pandey)



Sponsors

Sponsors