Usai Jalani Isolasi, Perawat Bethesda Ungkap Pengalaman


Tomohon, MX

Luapan rasa syukur meletup dari seorang perawat Rumah Sakit (RS) Bethesda Tomohon. Ia bergembira karena telah usai menjalani karantina selama 14 hari. Ekspresi sukacita itu ia tuangkan dalam diding media sosial Facebook, Rabu (15/4).

Sosok ini dikenal dengan nama, Melia Liani Liow. Saat dihubungi ManadoXpress, via WhatsApp pada Kamis (16/4), ia pun menceritakan pengalamannya bersama perawat lainnya selama masa karantina.

“Selama melaksanakan masa-masa karantina, kami semua selalu diperhatikan dan diberi support dari orang-orang terdekat. Mulai dari pimpinan RS, keluarga, sampai teman-teman,” ujarnya.

Melia menjelaskan, mereka semua berada dalam karantina dengan status ODP (Orang Dalam Pantauan). Itu bukan karena mereka bepergian atau berfoya-foya keluar rumah.

“Karena sudah menjadi tugas kami sebagai seorang tenaga kesehatan, yang mau tidak mau itu menjadi resiko pekerjaan kami, yang berhadapan langsung dengan pasien yang sudah terpapar Covid-19 atau tidak,” jelasnya.

“Awalnya ada beberapa dari kami yang mungkin agak khawatir atau syok, tapi karena adanya kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, pada akhirnya kami boleh menjalankan masa isolasi ini selama 14 hari dengan hasil tes negatif,” tandas Melia.

Dia mengungkapkan, hal ini harusnya menjadi pelajaran bagi banyak orang di tengah-tengah menghadapi situasi saat ini. Karena pandemi Covid-19 ini bukanlah aib, jadi bersikaplah memanusiakan manusia. Karantina bukanlah seperti yang ada dalam pikiran kebanyakan orang di luar sana, yang menganggap isolasi atau karantina adalah hal yang sangat menakutkan. Isolasi atau karantina juga bukanlah hal yang menjijikan.

Ia berpesan, agar semua masyarakat jangan takut atau jangan malu berkata jujur pada petugas medis saat dimintakan keterangan kesehatannya. Karena kalau dimintakan keterangan dan tidak berkata benar, itu nantinya akan merugikan semua pihak.

“Jangan lupa rajin cuci tangan, gunakan masker, makan yang bergizi, olahraga secukupnya, minum vitamin dan jangan lupa social distancing. Tapi, ingat jaga jarak dengan penyakitnya bukan dengan orangnya,” tutupnya. (Marselino Runturambi)



Sponsors

Sponsors