Rayakan Paskah Dengan Berbagi, Langi: Jadilah Pemuda Bermanfaat
Tareran, MX
Seseorang yang beragama tanpa kemanusiaan maka sia-sialah hidup dan ritualnya. Kemanusiaan adalah manifestasi dari iman. Seperti kata Yakobus, “Iman tanpa perbuatan adalah sia-sia.” Inilah yang dilakukan Komisi Pemuda Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Sion Suluun, Wilayah Tareran II, dalam memaknai pesta iman Kebangkitan Yesus di Hari Raya Paskah, Minggu (12/4).
Bentuk aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh Pemuda GMIM Sion Suluun ini ialah pemberian “Diakonia Paskah” berupa sembako. Bantuan tersebut diperuntukkan buat seluruh keluarga yang berkekurangan. Tercatat ada 27 keluarga yang menerima. Di dalamnya para janda dan duda, para lanjut usia (lansia) serta keluarga-keluarga yang sangat membutuhkan bantuan ini.
“Kami Komisi Pemuda Sion Suluun, tergerak untuk memberikan bantuan diakonia kepada setiap anggota jemaat yang memang sangat perlu dibantu. Lewat hasil patungan dari teman-teman pemuda maka kami bisa berdiakonia,” tutur Penatua Pemuda Valenry Langi, SE saat diwawancarai.
Menurutnya, saat memberi diakonia bagi jemaat yang membutuhkan, para pemuda tetap menjaga kesehatan dengan memakai masker, selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah memberi diakonia serta tidak berjabat tangan dengan jemaat.
Diakui, hal itu terasa tidak biasa, tapi bagi Komisi Pemuda yang terpenting ialah hati yang mau memberi.
Ia juga menjelaskan, tidak hanya pemberian diakonia Paskah, sebelumnya pemuda GMIM Sion Suluun juga membantu pemerintah dan gereja melalui kegiatan penyemprotan disinfektan di rumah-rumah jemaat dan masyarakat Desa Suluun 1.
“Kondisi masyarakat Desa Suluun ketika diperhadapkan dengan wabah Covid-19, membuat pendapatan perekonomian masyarakat, khususnya anggota jemaat GMIM Sion Suluun, semakin menurun. Apa yang kita lakukan juga sebagai bentuk ketaatan terhadap aturan pemerintah dan juga imbauan dari Sinode GMIM untuk melakukan aktivitas di rumah. Tujuannya agar masyarakat maupun jemaat memutus mata rantai penularan Covid-19,” tutur Penatua Valenry.
Hal ini yang membuat Pemuda GMIM Sion Suluun tergerak hati untuk membantu pemerintah dan gereja dengan melancarkan aksi kemanusiaan berupa pemberian diakonia Paskah dan penyemprotan disinfektan.
Dijelaskan, kegiatan yang mereka lakukan sudah mendapatkan izin dari pemerintah desa dan gereja, dalam hal ini Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Sion Suluun, Wilayah Tareran II.
“Menjadi harapan saya, para pemuda GMIM menjadi orang-orang muda yang bermanfaat bagi jemaat dan masyarakat serta menjadi berkat bagi banyak orang. Ketika dunia diperhadapkan dengan wabah Covid-19, para pemuda bisa berperan aktif dalam membantu orang-orang di sekitaran kita masing-masing. Salam Obor Pembangunan,” tegas Ketua Pemuda GMIM Wilayah Tareran II ini. (Mordekhai Sopacoly)



































