Pintu Gereja Tertutup di Peringatan Jumat Agung
Dien: Ini Pertama Kali Bagi Saya Sebagai Pendeta
Kema, MX
Perayaan hari besar memperingati kematian Yesus Kristus (Jumat Agung) oleh umat Kistiani, kali ini sangatlah berbeda. Tahun-tahun sebelumnya, jemaat biasa merayakannya secara bersama-sama di gedung gereja. Hari ini, rata-rata merayakannya di rumah masing-masing.
Jumat (10/4), pukul 05.00 Wita, pintu gedung Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Baitel Kema II, Minahasa Utara (Minut), tidak dibuka untuk jemaat yang akan beribadah subuh. Ini bukan tanpa alasan. Mewabahnya Covid-19 (virus corona), jadi pemantik.
Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM pun telah mengeluarkan imbauan resmi soal pengalihan peringatan Jumat Agung dan perayaan perjamuan kudus ke rumah-rumah jemaat. Itu untuk memutus mata rantai Covid-19.
Nada sedih mengalun dari bibir Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Baitel Kema II, Pdt. Cherly Dien, M.Th.
"Di tahun 2020 ini memang suasana terasa lain dan sangatlah berbeda. Tidak seperti perayan ibadah Jumat Agung di tahun sebelumnya," tutur Ny. Sumlang.
"Saya sudah lebih dari 25 kali (memperingati Jumat Agung) sejak diteguhkan sebagai Pendeta GMIM, baru kali ini memimpin perjamuan kudus dalam perayaan Jumat Agung di rumah gereja dengan menggunakan pengeras suara. Itu untuk menjangkau sidi-sidi jemaat yang ada di rumah-rumah," terangnya.
Diakui, ini sesuatu yang sangat memprihatinkan. Dalam arti, rasanya seperti tidak lengkap ketika tidak berjumpa, bertatap muka dan berdekatan dengan jemaat seperti biasanya.
“Namun perjamuan kudus ini tidak menghilangkan ikatan persaudaraan, kekeluargaan, kebersamaan dan tidak akan menghilangkan makna bahwa kita ada dalam satu meja perjamuan Tuhan," jelasnya.
Menurutnya, ia selalu mengimbau kepada seluruh jemaat untuk meneguhkan iman percaya kepada Tuhan. “Jangan patah semangat dan jangan berpaling dari iman keyakinan kita. Berserah, bergantung, bersandar kapada-Nya dan tetap menaati aturan pemerintah," tuturnya.
"Dan kepada seluruh majelis yang bertugas, setelah menghitung persembahan, setelah berkontaminasi langsung dengan uang atau apapun yang bisa menularkan virus ini, segeralah untuk mencuci tangan ataupun menggunakan hand sanitizer," pintanya.
Ia pun berterima kasih kepada bendahara jemaat yang telah menyiapkan hand sanitizer dan juga kepada pemerintah. “Kami mengucapkan banyak terima kasih telah melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh bagian gereja," ucapnya.
"Filipi 4 ayat 13 berkata, segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Ini adalah salah satu ayat Alkitab untuk menguatkan kita semua, Tuhan Yesus memberkati," tutupnya. (Benhard Holderman)



































