Tindaklanjut Diskusi WAG, PMII Minahasa Siap Buat Cairan Disinfektan
Tondano, MX
Disinfektan bisa dibuat dengan cairan pemutih pakaian atau pembersih lantai. Berdasarkan anjuran lembaga kesehatan dunia (WHO), bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai cairan pembersih ini adalah etanol dan sodium hipoklorit atau pemutih.
Kebanyakan larutan bahan pemutih rumah tangga mengandung 5 persen sodium hipoklorit. Hal ini dituliskan Ratika Pobela, Jumat (3/4), saat menjawab pertanyaan Zufikfry Mamonto di Whatsapp Grup (WAG) Kelas Pergerakan, tentang bagaimana membuat cairan disinfektan.
"Cairan pemutih pakaian merupakan bahan yang paling kuat dan efektif. Akan tetapi, bahan ini mudah dinonaktifkan jika terdapat bahan organik. Bahan aktif yang ada di dalam cairan pemutih yaitu sodium hipoklorit yang memiliki beragam fungsi dan efektif membunuh bakteri, jamur, dan virus, termasuk virus influenza," tulis Pobela.
Ia menambahkan, cairan disinfektan dengan menggunakan cairan pemutih umumnya dibuat dari hidrogen peroksida, creosote, dan alkohol. Disinfektan juga memiliki kandungan konsentrasi biosida yang cukup tinggi. Disinfektan lebih efektif mencegah timbulnya bakteri dan mikroorganisme pada permukaan benda mati.
"Cairan disinfektan bisa bertahan 24 jam, tapi untuk hasil yang maksimal itu paling bagus 1 hari 2 kali semprot," tulis Pobela.
Peserta grup lainya, Andravina menuliskan jika disinfektan ini tidak dianjurkan untuk disemprot ke tubuh manusia. Karena terbuat dari bahan-bahan kimia.
"Mestinya yang disemprot, khusus benda-benda yang selama ini punya banyak kontak dengan manusia. Kalau di ruang publik, yang disemprot itu kursi, halte-halte, ruang tunggu, mushola, masjid, handle pintu, termasuk angkutan-angkutan umum," tulis anggota Rayon Einstein Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Minahasa ini.
Ia menjelaskan, disinfektan bisa juga dibuat menggunakan alkohol asalkan dengan takaran yang sesuai.
Untuk menindaklanjuti diskusi WAG tersebut, Ketua Umum PMII Cabang Minahasa, Opsar Damodalag, kepada media ini saat dihubungi via Whatsapp, Sabtu (4/4) menuturkan, dalam waktu dekat, PMII Minahasa akan membuat cairan disinfektan untuk selanjutnya disemprotkan di tempat umum.
"Hal ini karena melihat semangat sahabat sahabati yang lain untuk membuat cairan disinfektan dan juga mengaplikasikan Habulminanas (hubungan antar sesama manusia, ted)," tutup Damodalag. (Suryadi Maradjabesy)



































