Warga GMIM Diajak Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19
Tombulu, MX
Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) terus mengampanyekan pentingnya warga jemaatnya untuk tetap tinggal di rumah saja sementara waktu. Himbauan tersebut langsung diikuti dengan sejumlah tindakan konkrit.
Itu seperti terpantau dalam dua pekan terakhir ini. Jemaat GMIM Alfa Omega Rumengkor misalnya. Minggu (29/3), jemaat ini kembali mengadakan pelayanan ibadah minggu dari gedung gereja, dengan memanfaatkan pengeras suara dan fasilitas streaming media sosial untuk ditayangkan secara langsung kepada jemaat-jemaat yang beribadah di rumah masing-masing.
Ibadah dipimpin oleh Guru Agama Fenny Mamuaja, S.Th (Ny. Sumenge).
Bersumber dari teks khotbah Pdt. Dr. Hein Arina (Ketua BPMS GMIM), dalam khotbahnya, Mamuaja menyampaikan, bahwa gereja sudah sudah berada di Minggu Sengsara yang ke lima. Umat sementara menghayati penderitaan dan kematian Tuhan Yesus Kristus di kayu salib.
Ia mengajak jemaat memberikan waktu untuk membaca Alkitab, berdoa dan bekerja. “Saya sungguh percaya bahwa GMIM yang senantiasa mengajak warga gereja-Nya untuk rajin dalam membaca Alkitab, setia berdoa dan giat bekerja, dalam memperlengkapi gereja-Nya senantiasa hadir di tengah-tengah dunia,” katanya.
Lebih lanjut Mamuaja mengajak jemaat dalam khotbahnya, bagaimana jemaat yang sedang diperhadapkan dengan Covid-19, yang menghentar masyarakat dunia ini berada dalam situasi ketakutan dan kecemasan, tetap hidup dalam kesetiaan kepada Tuhan.
“Saya mengajak kita semua supaya senantiasa percaya sungguh kepada Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja dan Tuhan Dunia, supaya kita dimampukan menjalani hari-hari yang sulit ini dalam ketaatan, kesucian, kekudusan dan kedengar-dengaran.”
“Sebagai warga GMIM marilah mengambil bagian secara aktif bersama dengan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” tegasnya.
Pelaksanaan ibadah di rumah masing-masing ini, merupakan wujud kepatuhan atas himbauan dari surat edaran pimpinan BPMS GMIM tapi juga upaya mendukung pemerintah pusat.
Pdt. Welly Pudihang, S.Th selaku Ketua BPMJ GMIM Alfa Omega Rumengkor, sebelum ibadah telah menyampaikan informasi tapi juga himbauan kepada jemaat melalui pengeras suara.
Pudihang mengatakan, pelayanan ini diatur dalam rangka efektifitas pelayanan karena ancaman dan dampak buruk yang ditimbulkan oleh si jahat Covid-19. Jadi baik ibadah kolom, ibadah BIPRA dan ibadah rutin lainnya, dilaksanakan di rumah masing-masing sesuai waktu yang telah diatur secara serentak.
“Bahwa GMIM secara institusi saat ini sementara membenamkan diri kepada Iman Yang Berhikmat untuk melawan derasnya serangan wabah yang mematikan Covid-19.
Untuk efektifitasnya pelayanan di gereja ini akibat ancaman dan dampak buruk Covid-19, maka BPMJ GMIM JAOR mengatur pelayanan di ibadah Minggu, kolom dan BIPRA akan dilaksanakan secara serentak di rumah-rumah jemaat melalui pengeras suara toa, yang disampaikan dari gedung gereja GMIM JAOR. Jemaat yang tidak dapat menjangkau suara toa dapat mengikutinya melalui live streaming,” tegasnya. (Yonatan Kembuan)



































