Foto: Steve Josh
GMKI Tomohon: Pemerintah Kurangi Perjalanan Dinas, Alihkan Dana ke Penanganan Covid-19
Tomohon, MX
Covid-19 atau virus corona terus mengkhawatirkan masyarakat. Update terakhir menunjukan penyebaran virus ini di Indonesia terus meningkat. Sudah ada 579 orang positif, 49 orang meninggal, dan 30 orang sembuh.
"Untuk itu harus ada perhatian khusus dalam berbagai aspek dari pemerintah," ujar Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tomohon, Steve Josh, Senin (23/3).
Menurutnya, pemerintah Sulawesi Utara (Sulut), khususnya Kota Tomohon, harus mengambil satu langkah konkrit. Misalnya mengurangi perjalanan dinas dalam rangka fokus untuk pencegahan dan penanganan virus corona ini.
"Anggaran perjalanan dinas dapat dialihkan untuk pencegahan bahkan penanganan virus Covid-19 ini. Juga bisa digunakan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat berupa kebutuhan pokok, baik sembako, obat-obatan, hand sanitizer, masker dan lain sebagainya,” tandasnya.
Ditegaskan, dengan mengikuti anjuran pemerintah untuk melakukan aktivitas di rumah, maka pemerintah juga harus punya langkah-langkah yang tepat.
"Ingat, kita belum punya alat medis yang canggih, juga belum bisa melakukan pemeriksaan masal. Jika nantinya sudah diperiksa seluruhnya, pemerintah pasti akan kelabakan," jelasnya.
Menurutnya, harus ada pemeriksaan khusus secara berkala bagi orang dari luar daerah yang masuk ke Sulut, khususnya di Kota Tomohon.
"Pemeriksaan juga harus dilakukan bagi orang-orang yang dari luar daerah, bahkan luar negara Indonesia yang masuk ke Sulut, khususnya yang masuk ke Tomohon," tukasnya.
Josh berharap, masyarakat Sulut khususnya Kota Tomohon, dapat terus memperhatikan dan melakukan setiap arahan pemerintah.
"Masyarakat harus tetap melakukan setiap arahan dari pemerintah. Jangan pandang enteng, tetap tinggal di rumah karena ini dalam rangka pencegahan penularan virus Covid-19," kuncinya. (Risal Kahidopang)



































