Pasar Tondano Terancam Mubasir


Tondano, ME

Anggaran Rp9 milyar yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk membangun Pasar Tondano terancam mubasir. Pasalnya. hingga saat ini, pasar tersebut belum juga difungsikan.

Terkatung-katungnya pengoperasian pasar baru tersebut menuai tanda-tanya dari kalangan pedagang. Sebab menurut mereka, pemerintah sekian kali telah menjanjikan pengoperasian pasar tersebut namun tak jua terealisasi hingga kini. “Jika relokasi pedagang terus-menerus tertunda, maka pembangunan pasar yang sudah selesai sejak awal tahun ini, terancam mubasir,” ujar Harun Kasala seorang pedagang pakaian dipasar Tondano.

Lebih lanjut, Harun juga mempertanyakan janji Kepala Dinas Pasar Minahasa, Joe Languju perihal batas waktu relokasi pedagang. Menurut Harun, beberapa waktu lalu Languju telah berikrar kepada seluruh pedagang untuk merelokasi para pedagang pasar, selambat-lambatnya akhir bulan Oktober lalu. “Tapi sampai sekarang tinggal janji. Tidak pernah terlaksana,” ketus Harun.

Ia pun meminta Bupati Minahasa, Stefanus Vreeke Runtu untuk segera turun tangan melihat pengoperasian pasar Tondano tersebut. “Bila relokasi terus-menerus tertunda, akan sangat disayangkan. Pasar yang sudah dibangun dengan biaya yang sangat besar justru akan rusak percuma,” tandasnya.

Sementara itu, Kadis Pasar Minahasa, J Languju saat dimintai konfirmasi melalui Kabag Humas Pemkab Minahasa, Vicky Tanor menuturkan bila pengoperasian pasar itu, tinggal menunggu pembangunan pelataran parkir. “Kami meminta kepada para pedagang dan masyarakat untuk bisa bersabar. Karena kami masih akan membangun lagi pelataran parkir, baru selanjutnya pasar itu dioperasikan,” terang Vicky. (joel polutu)

 

Foto: Pasar Tondano yang menelan anggaran Rp9 milyar tak kunjung dioperasikan hingga saat ini. Tampak dalam gambar, momen peletakan batu pertama pasar. (ist)



Sponsors

Sponsors