Deprov Sulut Sisir RSUP Kandou


Manado, ME

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) melalui Komisi IV yang membindangi Kesejahtraan Rakyat, menyisir RS Prof Kandou Malalayang. Keluh masyarakat yang mengiang ke telinga wakil rakyat jadi dasar.

Dikomandai Ketua Komisi IV DPRD Sulut Braien Waworuntu,

didampingi Wakil Ketua Careigh Runtu dan anggota Melky Pangemanan, para wakil rakyat langsung inspeksi mendadak (sidak).

Pimpinan dan anggota Komisi IV tesebut melakukan sidak mulai dari ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD), dengan berkunjung ke setiap pasien sembari menanyakan penyakit apa yang diderita pasien, serta masalah jaminan kesehatan, dalam hal ini BPJS kesehatan.

“Jadi, kita mengharapkan dari Komisi IV, pelayanan di sini lebih dimaksimalkan, supaya tidak ada lagi pasien-pasien yang tercecer di ruangan IGD. Dan, untuk pelayanan BPJS juga yang dikeluhkan masyarakat, dari kita Komisi IV akan menunjang dan mensupport, memanggil pihak BPJS untuk lebih baik lagi,” ujar Waworuntu.

Politisi Nasdem ini mengungkapkan, untuk fasilitas ruang ICU di RS Prof Kandou, hanya 15 ruangan yang tersedia.

“Fasilitas di sini, memang karena cuma ada 15 ICU, masih ada satu pasien yang sudah dua hari tercecer, belum bisa dipindahkan ke ruangan ICU. Jadi kebetulan dari Komisi IX DPR RI hari Rabu atau Kamis, akan datang ke Rumah Sakit ini, nanti kita akan sampaikan ke Komisi IX supaya bisa juga memperjuangkan,” ungkap Waworuntu.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut Careig Runtu. Menurutnya, fasilitas Rumah Sakit walaupun sudah besar seperti ini, tapi masih banyak kekurangan, dan itu harus dilengkapi. Karena, ke depan ada penambahan anggaran.

“Saya kira itu bisa dimanfaatkan untuk perbaikan kinerja dan untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” terang politisi Partai Golkar ini.

Selain itu, Melky Pangemanan yang juga merupakan anggota Komisi IV DPRD Sulut menambahkan, dari hasil reses yang telah dilaksanakan, ada banyak aduan masyarakat terkait persoalan pelayanan kesehatan di RS Prof Kandou. Oleh karena itu, Komisi IV ingin memastikan apakah benar atau tidak aduan dari warga tersebut.

“Ternyata memang, yang kami dapati memang ada beberapa temuan di lapangan. Pasien tadi menyampaikan secara langsung penanganan agak lambat. Tentunya, ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bersama. Kan, kami sebagai DPRD menjadi bagian dari pengawasan terhadap Rumah Sakit Kandou. Dan terkait kekurangan-kekurangan tadi ya, tempat tidur, ICU yang hanya 15, itu perlu didorong. Karena, ini menjadi harapan dari masyarakat Sulawesi Utara, pelayanan di rumah sakit Kandou ini semakin maksimal dan semakin baik,” tambah politisi Partai Solidaritas Indonesia ini.

Sementara, Direktur Utama RS Prof Kandou Malalayang melalui Pelaksana Harian (Plh) Direktur Medis dan Keperawatan dr. Celestinus Egya Munthe, mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Komisi IV DPRD Sulut.

“Kami rumah sakit Kandou sangat berterima kasih atas kunjungan ini, sehingga kami mendapatkan masukan-masukan, dan pihak Komisi IV bisa langsung melihat apa yang terjadi, yang menjadi keluhan masyarakat, benar atau tidak,” katanya.

”Keterlambatan yang timbul, misalnya bukan karena pelayanan yang lambat, tetapi karena sarana yang kurang memadai. Jadi, ketika ditemukan ada pasien yang butuh ICU, ICU kita hanya ada 15, full semuanya. Pasien harus menggunakan ICU, kita tidak mungkin memindahkan pasien pada keadaan yang berbahaya. Karena itu, kita tetap meletakkan pasien dalam tempat yang bisa kita observasi, yang mana itu bisa mendukung kehidupan dari pada pasien. Memang, sarana-prasarana perlu ditingkatkan dan kita butuh dukungan dari Komisi IV tentunya untuk mendorong agar perkembangan pemenuhan sarana-prasarana ini supaya dapat segera dipenuhi,” tandasnya. (Eka Egeten)



Sponsors

Sponsors