Foto: Lokasi lapak ikan mentah yang disediakan PD Pasar tampak sepi pembeli.
Lapak Ikan Mentah di Pasar Beriman Amburadul
PD Pasar Kurang Perhatikan Pedagang Lokal
Tomohon, ME
Penataan los ikan mentah di Pasar Beriman Tomohon dikeluhkan. Tampak banyak pedagang berjualan di berbagai tempat. Hal ini pun ditengarai tidak terkontrol Perusahaan Daerah (PD) Pasar. Penataan lapak ikan mentah pun terkesan amburadul. Kondisi ini akhirnya menuai nada protes para pedagang.
Santi Montolalu, pedagang ikan mentah yang sudah berjualan kurang lebih 10 tahun mengatakan, bangunan baru untuk relokasi pedagang belum difungsikan. Dikatakannya, ini merupakan akibat tidak adanya pembicaraan awal bersama pedagang. Los ikan yang baru pun dianggap tidak sesuai ekspektasi pedagang.
"Rupa ini kalu torang bajual di dalam, depe uap es deng anyer cuma ta tampung di dalam karna ta tutup. Kong ini mo berdampak negatif pa torang penjual pe kesehatan. Tambah le depe model lapak nda sesuai kebutuhan pedagang ato penjual," tutur Montolalu.
Menurutnya, ketik bangunan untuk relokasi belum bisa ditempati, semua pedagang diarahkan menjual di tempat biasa. Tetapi yang dipermasalahkan, ada pedagang dari luar yang berhamburan menjual di bagian lain pasar. Itu sebut dia, tidak terkontrol oleh PD Pasar.
"Mereka (pedagang luar-red) yang seharusnya hanya mendistribusikan kepada kami. Tetapi mereka menjual langsung dan menekan harga. Imbasnya, masyarakat pembeli di lapak ikan kami berkurang drastis," ungkapnya.
Dirinya berharap, PD Pasar bisa memperhatikan keadaan ini dan dapat mengontrol para pedagang ikan mentah lain. Terutama pedagang dari luar. Ia meminta agar PD Pasar Beriman segera menindaklanjuti segala pengeluhan yang sudah lama di sampai-sampaikan.
Hal senada, Max Poluan yang juga salah seorang pedagang ikan mentah menyebut, PD Pasar hendaknya dapat mengontrol dengan baik pengelolaan los ikan mentah. Sehingga tidak ada lagi penjual yang tidak memiliki izin yang seenaknya berjualan di berbagai tempat.
"Pengeluahan ke PD Pasar sudah ada. Mengenai bangunan tempat relokasi, menurut mereka (PD Pasar-red), itu baru dibuat. Sehingga tidak bisa langsung direnovasi, itu kami terima. Tetapi untuk pedagang yang tidak mempunyai perizinan dan berjualan di sembarang tempat, itu yang kami protes secara langsung," tegas Poluan.
Dia berharap, pihak PD Pasar agar cepat menindaklanjuti setiap aspirasi yang telah disampaikan. "Sebab, kami, orang lokal yang berprofesi sebagai penjual ikan mentah, sudah cukup sulit memenuhi kebutuhan. Ini karena tidak teraturnya pengelolaan los ikan mentah. Pendapatan kami menurun drastis," tutupnya. (risal kahidopang)



































