Harga BBM di Nusa Utara Melambung, Deprov Desak Tindak Kartel


Manado, ME

 

Program Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga yang menjadi program unggulan pemerintah belum dirasakan masyarakat bumi ‘nyiur melambai’.  Itu menyusul melambungnya harga  BBM di Nusa Utara.  Adanya permainan kartel nakal disinyalir jadi pemicu.

Sorotan tajam itu dilayangkan dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Victor Mailangkay. Hal itu mencuat dalam rapat dengar pendapat antara Komisi II DPRD Sulut dengan PT. Pertamina Cabang Manado, Kamis (14/11).

Ia meminta  PT. Pertamina Cabang Manado untuk mengambil langkah tegas.

"Kami berharap ada langkah strategis dari Pertamina Cabang Manado untuk masalah ini," tegasnya.

Ayub Ritto sebagai Sales Man Sulut dan Gorontalo (Sulutgo) PT. Pertamina Cabang Manado menanggapi, untuk Nusa Utara pihaknya akan mengingatkan kembali SPBU yang ada di sana.

"Kami juga sudah sampaikan khusus yang ada di Talaud, bahwa mereka ini bukan agen. Maksudnya agen kalau BBM datang, kemudian mereka berikan ke pengumpul," responnya.

Menurutnya, mereka ini adalah lembaga penyalur yang melayani konsumen akhir, baik untuk transportasi darat dan transportasi laut. "Kami ingatkan dan berikan warning. Apabila hal ini sudah menjadi keluhan kemudian tidak bisa mereka antisipasi maka kita akan ada lakukan-langkah pembinaan," jelasnya.

Lanjutnya, kalau masalah kartel atau pengumpul yang dari pihak luar, pihaknya tidak bisa mengambil tindakan. Hal itu karena pertamina hanya sebagai operator.

 "Yang berhak melakukan penindakan PPH Migas. Jika ada pengumpul-pengumpul besar yang ditertibkan, biasanya dipanggil PPH Migas," ungkap Ayub. (Eka Egeten)



Sponsors

Sponsors