Foto: Istimewa
Jadi Irup Harkitnas, Wabup Minsel Bacakan Sambutan Menkominfo RI
Amurang, ME
Wakil Bupati (Wabup) Kabupten Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donni Wongkar menjadi inspektur upacara (irup) pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), ke-110, Kamis 20 Mei 2018.
Upacara dipusatkan di lapangan Kantor Bupati, Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang Timur dan dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), para pejabat teras Minsel, ASN dan siswa SD, SMP dan SMA.
Pada kesempatan itu Wabup membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia.
Dia mengatakan Boedi Oetomo memberi contoh bagaimana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal-muasal primordial akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan bakar utama kemerdekaan.
"Boedi Oetomo menjadi salah satu penanda utama bahwa bangsa Indonesia untuk pertama kali menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan," kata Wongkar mengutip sambuatan menteri.
Dia menuturkan para pendahulu yang berkumpul dalam organisasi-organisasi seperti Boedi Oetama itu memberikan yang terbaik bagi terbentuknya bangsa melalui organisasi.
"Bukan pertama-tama dengan memberikan harta atau senjata, melainkan dengan komitmen sepenuh jiwa raga. Dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana saat itu, mereka terus menghidup-hidupi api nasionalisme dalam diri masing-masing," paparnya.
Selanjunya dia mengungkapkan, bahwa seratus sepuluh tahun kemudian bangsa ini telah tumbuh menjadi bangsa yang besar dan maju, sejajar dengan bangsa-bangsa lain.
"Meski belum sepenuhnya sempurna, rakyatnya telah menikmati hasil perjuangan para pahlawannya berupa meningkatnya perekonomian, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya," terangnya.
"Keringat dan darah pendahulu bangsa telah menjelma menjadi hamparan permadani perikehidupan yang nyaman dalam rengkuhan kelambu kemerdekaan," sambungnya.
Diakhir sambutan dia mengatakan dengan keterbatasan akses pengetahuan dan informasi, dengan keterbatasan teknologi untuk berkomunikasi, berhimpun dan menyatukan pikiran untuk memperjuangkan kedaulatan bangsa , seharusnya sekarang kita juga bisa, sepikul berdua, menjaga dunia yang serbadigital ini, agar menjadi wadah yang kondusif bagi perkembangan budi pekerti, yang seimbang dengan pengetahuan dan keterampilan generasi penerus kita.
"Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-110. Mari maknai peringatan tahun ini di lingkungan kita masing-masing, sesuai lingkup tugas kita masing-masing, untuk semaksimal mungkin memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama generasi muda, yang akan membawa kepada kejayaan bangsa di tahun-tahun mendatang," kunci Wongkar. (jerry sumarauw)



































