BM: Polres Minut Malas Kembangkan Kasus Pembunuhan Rio
Minut, ME
Pernyataan tegas disampaikan Ormas Adat terbesar di Sulut, Brigade Manguni (BM) yang mengkritisi kinerja polisi atas pengusutan kasus pembunuhan Rio Sinaga (35). Diketahui, Rio merupakan asisten pribadi salah satu politisi asal Sulut yang berkiprah di Senayan (DPR-RI).
Diungkapkan Praktisi Hukum BM, Novie Kolinug SH, kami melihat kinerja polisi khususnya Polres Minut terlalu lambat dan terkesan malas mengembangkan kasus pembunuhan Rio, padahal mereka sudah tahu kalau korban dikeroyok oleh sejumlah orang, tapi sampai sekarang hanya 2 tersangka yang ditetapkan, sebenarnya kalau polisi serius bisa mengusut dengan menggali informasi dan melakukan pengembangan kasus, bisa lebih dari 5 tersangka yang dapat ditetapkan.
"Selaku tim advokad keluarga Rio, saya akan mengawal terus kasus ini, sampai ada tersangka-tersangka baru. Hal ini juga dilakukan karena Rio merupakan anggota BM dan Tonaas Wangko sudah memerintahkan untuk dapat mengawal kasus ini sampai selesai," tegas Kolinug, belum lama ini.
Pernyataan tak kalah keras datang dari Wasekjen Milisi Waraney Lucky Kalengkongan. Menurutnya, Polres dan penyidik belum kerja maksimal untuk mengungkap sejumlah tersangka yang diduga ikut menggeroyok Rio. Sebab kalau berdasarkan investigasi kami di TKP, ada sejumlah orang yang ikut memukuli Rio, sampai akhirnya dia tewas.
"Kalau penyidik tidak mau kerja keras, hal ini akan dilaporkan ke Polda kalau perlu sampai Mabes Polri, sebab ini merupakan pembunuhan yang diduga sudah direncanakan," pungkasnya. (risky/msg)



































