Nungky: Kami Tetap Setia dan Patuh Terhadap Keputusan Partai

Isu Keretakan Landa Kader Golkar Sangihe


Tahuna, ME
Pasca terpilih Christiany Eugenia Paruntu sebagai ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) pada Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) beberapa waktu lalu ternyata berdampak kepemimpinan di DPD II.
 
Seperti yang terjadi di DPD II Kabupaten Kepulauan Sangihe. Terindikasi partai berlambang pohon beringin ini terbagi menjadi dua kubu. Dengan situasi ini tentu akan mempengaruhi citra partai yang merupakan salah satu parpol penguasa di Sangihe.
 
Menyingkapi situasi yang saat ini sedang terjadi ditubuh partai Golkar Sangihe, ditanggapi serius oleh beberapa orang kader. Seperti disampaikan Nungky Makagansa anggota Fraksi partai Golkar DPRD Sangihe. Menurut dia sebagai kader sudah menjadi kewajiban untuk menjaga keutuhan partai.
 
"Kami berhak untuk mengamanan seluruh apa yang telah menjadi keputusan partai, serta taat dan menghormati kepada pimpinan yang ada," Nungky, Sabtu (4/11).
 
Dia menegaskan, terkait adanya dua kubu di DPD II partai Golkar Sangihe itu tidaklah benar. Karena menurut dia sampai saat ini setelah ada Ketua DPD I yang baru para kader masih tetap solid. 
 
"Kalau ada penilaian orang mengenai keberadaan partai Golkar di Sangihe seperti itu, biarlah mereka menilai. Yah sudah begitu adanya karena partai Golkar merupakan partai besar, jadi wajar kalau sepak terjang partai Golkar sampai dengan saat ini selalu mencuri perhatian banyak orang," terangnya.
 
Dirinya berharap dengan terpilihnya Tetty Paruntu menakhodai DPD I akan membawa kemajuan bagi partai Golkar secara khusus tentunya di Sangihe termasuk perolehan kursi dalam pemilihan legislatif (Pileg) dalam Pemilu 2019 mendatang.
 
"Kita juga tidak bisa pungkiri ada riak-riak kecil, namun sudah begitu kalau berbicara soal partai,  pada intinya selaku kader kami siap menjalankan   dan mengamankan apa yang sudah menjadi keputusan internal partai Golkar," terang Nungky yang juga Ketua Komisi A DPRD Sangihe.
 
Sementara itu menyingkapi masalah ini, Ketua harian DPD II partai Golkar Sangihe, Yusack Ruitan, menjelaskan seperti itulah panggung politik banyak intrik yang terjadi.
 
"Pada prinsipnya sebagai kader kami setia terhadap pemimpin partai Golkar yang berada diseluruh tingkatan, serta setia terhadap apa yang telah menjadi keputusan internal partai, semua itu untuk kemjauan partai Golkar yang ada di Sangihe," jelas Yusack.
 
"Kalau berbicara intrik partai, partai mana yang mulus atau tidak terhindar dari persoalan-persoalan, namun semuanya itu tergantung kepada kita untuk menyikapinya,  tentunya loyalitas merupakan harga mati bagi kami selaku kader partai Golkar," tambah Yusack. (christian abdul)



Sponsors

Sponsors