Pesepakbola Said Mardjan Besar Di Garuda Putra Tidore Perkuat Persebaya


Tahuna, ME
Laporan: Christian Abdul
  
Dunia olahraga cabang Sepak Bola di wilayah Kabupaten Sangihe terus menunjukan perkembangan terbilang pesat. Secara khusus urusan talenta pesepak bola usia muda sangat memberikan harapan yang signifikan menuju kearah yang lebih baik.
 
Terbukti dukungan penuh diberikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Bupati Jabes E Gaghana dan Helmud Hontong begitu peduli dengan pesepak bola usia dini.
 
Tentunya ini yang menjadi harapan semua. Salah satu bukti, Sangihe saat ini sudah mulai melahirkan talenta pesepak bola handal yang berasal dari pembinaan usia muda.
 
Dia adalah Said Mardjan. Sosok pemain berusia, 24 tahun yang berasal dari klub kecil PS Garuda Putra akhirnya bisa merumput disalah satu klub besar Persebaya Surabaya yang saat ini bermain dikasta liga II Indonesia. Sosok pemain kelahiran Tahuna 17 Mei 1993 ini adalah  anak ketiga dari tiga  bersaudara pasangan dari Anwar (Tidore Kab Sangihe) bersama Samsiar Mokodompis (Boroko Bolmut).
 
Mardjan sendiri menghabiskan studinya di SMA Negeri I Tahuna tahun 2011. Sebelum menjadi pemain profesional Said mengawali karirnya sejak awal berlatih dan berkembang PS Garuda Putra Tidore Kecamatan Tahuna Timur. Saat itu usianya baru menginjak 16 Tahun.
 
Dibawah kendali Manajer Almarhum Amran Naki, keikutsertaan Mardjan di PS Garuda Putra merupakan pemain termuda. Banyak yang menyangsikan potensi Mardjan. Namun dikala kedatangan pelatih Rindu Makikui dan diberikan kepercayaan mampu, dia mampu membawa PS Garuda Putra menjadi Klub papan atas di Sangihe.
 
Ekspansi Garuda Putra sampai ke Talaud. Bahkan saat bermain di Talaud dia mampu menunjukkan kelasnya dengan membantu membawa tim merebut Juara I Piala Gubernur Sulut tahun 2001. Melihat talenta dan bakat yang dimiliki Mardjan, pelatih Abang sapaan akrab Makikui selalu memberikan tempat utama kepadanya.
 
Dengan jam main yang banyak membuat permaian Mardjan semakin mengkilap. Hari demi hari dia mampu menunjukkan performa sebagai seorang pemain berkelas. Setelah kurang lebih empat tahun memperkuat PS Garuda Putra Tidore (2007-2010), Mardjan meninggalkan Klub tersebut untuk melanjutkan pendidikan dan kuliah di Universitas Nasional Jokyakarta yang dimulai tahun 2012.
 
Maedjan yang saat itu ikut bersama dengan sang kakak Maryam Mardjan yang bermukin di daerah wilayah Bantul. Pada saat pertama kali menginjakan kaki di Jogjakarta, akhirnya Mardjan memulai debut saat bergabung dengan PS Cakra anggota liga Bantul. Sejak itulah dia mulai lebih berkembang dan bersinar. Lewat penampilan apiknya, pada tahun 2014 dia direkrut oleh pelatih kawakan Hirni Nugroho masuk skuad PS Persiba Bantul untuk bermain diliga II di Bali.
 
Nama Mardjan semakin mengkilap, dan membuat PSIM Jogjakarta akhirnya menggunakan jasa pemuda Sangihe ini sejak awal 2015 sampai September 2017. Setelah malang melintang di PSIM, sejak 30 September 2017, Said resmi direkrut PS Persebaya Surabaya. Di Klub ini dia memakai nomor punggung 71  main 90 menit ketika bentrok dengan PS Biak Papua.
 
Nader Baradja salah satu pengurus PS Garuda Putra Tidore dan juga pengamat sepak bola mengungkapkan sangat bersyukur dengan kiprah Maedjan saat ini. Dengan prestasi yang ditunjukan Mardjan, menaikan harkat serta nama baik Kabupaten Kepulauan Sangihe dikancah persepakbolaan Nasional. Menurut dia jarang ada pemain asli Sangihe serta besar dimulai dari usia dini berkiprah dilevel Nasional.
 
"Tentunya ini merupakan motivasi bagi para atlit muda lainnya, semoga kedepan masih ada Mardjan-Mardjan lain yang akan muncul," kata Baradja. 
 
Dia menilai apa yang sudah direngkuh Mardjan saat ini tidak terlepas peran dari manajer PS Garuda Putra, Almarhum Amran Naki saat itu yang berdedikasi serta  berkomitmen kuat didalam membangun dunia sepak bola di Sangihe melalui kiprah klub, serta secara khusus melalui pembinaan usia dini.
 
"Ini yang harus kita akui, disisi lain tentunya dengan kapasitas pelatih Abang merupakan referenshi dari sepak terjang Mardjan. Dikarenakan sejak Garuda Putra ditangani oleh mantan pemain PSIM yang pernah membawa PS Gapura dan  Persada Utama Sleman sebagai juara pertama Divisi Utama PSS Sleman secara berturut-turut (tahun 1994, 1995) mampu  meraih banyak prestasi, termasuk didalamnya mampu melihat talenta Mardjan untuk diberikan kesempatan sebagai pemain stater. inilah yang tidak dimiliki oleh pelatih lain," terang Baradja.
 
Said Mardjan saat diwawancarai beberapa waktu lalu mengatakan, ini menjadi kebanggaan tersendiri baginya karena bisa masuk dan bergabung ke dunia sepak bola kasta tertinggi (level nasional), dan membela Persebaya. Dia mengungkapkan tidak mudah untuk bersaing dan mendapatkan tempat inti di tim sekelas Persebaya.
 
"Dengan modal keyakinan serta potensi yang ada saya sangat yakin kalau
para pesepakbola asal Sangihe tidak kalah kualitas dengan pesepakbola
yang berasal dari tanah Jawa dan itu sudah saya buktikan saat ini," jelas Mardjan.
 
"Apa yang saya dapatkan saat ini tidak saja merupakan
kebanggaan keluarga, atau klub Garuda Putra Tidore yang telah
membesarkan saya, tapi sebagai kebanggan seluruh masyarakat Kabupaten
Sangihe."
 
"Untuk itu dalam meniti karir di sepakbola saya selalu meminta
dukungan doa agar terus mampu berkiprah dengan baik dalam dunia sepak
bola, sehingga nama Sangihe terus menjadi pembicaraan orang," tuturnya.
 
Dia menambahkan sebagai pemain yang sudah berada dilevel Nasional dia tidak pernah lupa atas kepercayaan manajer Almarhum Amran Naki dan pelatih Abang  yang sudah mengasah teknik bermain sepak bola. Dia menjadi seperti sekarang karena berkat jasa kedua orang tersebut.
 
"Terima kasih untuk seluruh masyarakat serta pemerintah daerah Sangihe atas dukungan yang diberikan kepada saya selama ini," ujar Mardjan.
 
Perkembangan Dunia olahraga secara khusus cabang Sepak Bola di Kabupaten Sangihe memang perlu diakui mampu memetik hasil yang membanggakan. Hal ini tidak terlepas dari pembinaan yang dilaksanakan sejak usia muda. Lahirnya salah satu pesepak bola handal asal PS Garuda Putra Tidore Said Mardjan lebih memperjelas kiprah anak-anak yang sangat berpotensi di cabang sepak bola. 
 
Karir Mardjan terbilang mengkilap, anak Sangihe asal Kelurahan Tidore Kecamatan Tahuna Timur merupakan salah satu pemain yang mampu menunjukan permainan terbaiknya dikasta sepak bola tertinggi di Indonesia, sehingga membuatnya direkrut oleh Persiba Bantul, PSIM Jogjakarta dan Persebaya Surabaya.
 
Selain di klub, nama Mardjan juga ikut mengkilap di Universitas Nasional Jokyakarta dengan beberapa kali mewakili kampusnya dalam ajang
pekan olahraga mahasiswa nasional (Pomnas). Dirinya mendapat
penghargaan dari Universitas Nasional Jokyakarta sebagai salah satu mahasiswa yang berprestasi di cabang olahraga khususnya sepak bola.
 
Pesona Maedjan tidak terkira karena terbilang sangat menonjol. Menurut Anwar Mardjan selaku orang tua kandungnya, terkait dengan sepak terjang dari Said didunia sepak bola, dirinya mengaku tidak perna menduga kalau akhirnya  putra ketiganya ini akan menjadi pesepak bola handal seperti saat ini.
 
"Beruntung anak saya dapat merasakan dan menikmati gemblengan di PS Garuda Putra Tahuna. tentunya ini merupakan modal awal baginya untuk meningkatkan karirnya di dunia sepak bola ke level yang lebih tinggi lagi," kata Anwar.
 
Minimal apa yang ditunjukan Mardjan perlu diacungi jempol. Pasalnya
talenta pesepak bola handal sangat kental disandangnya. Tidak heran karena bakat yang dimiliki dia menjadi lirikan klub-klub ternama. Dengan penampilan apik di level klub tidak menutup peluang Mardjan bisa masuk Tim Nasional. Dan hal ini bisa saja terwujud jika peforma yang ditunjukan tetap stabil.
 
Menjadi pemain Tim Nasional menjadi sebuah harapan dan cita-cita setiap pemain. Seperti disampaikan pengamat sepak bola asal Tabut, Kaim Mabiang.
menurutnya kalau melihat apa yang diraih Mardjan saat ini tentunya akan
membuat klub-klub besar yang ada dipentas Liga Indonesia akan
tertarik pada pemain kidal ini.
 
"Kalau dia mampu mempergunakan moment ini tentunya peluang untuk dilirik oleh pelatih Nasional semakin terbuka, sehingga kosistensi dari Mardjan harus benar-benar stabil. Bahkan prestasi tersebut akan mampu dilampauinya mengingat Mardjan saat ini masih baru memulai usia emasnya selaku seorang pesepakbola. Tentunya prestasinya masih bisa melejit, namun tinggal bagaimana dia mempertahankan performanya dalam dunia sepak bola. Ini yang ia sudah dapat saat ini," paparnya.
 
Disisi lain dia menuturkan prestasi yang sudah fotorehkan Mardjan saat ini, akan mampu memotivasi para atlit sepak bola yang ada di Sangihe, untuk
terus memacuh diri serta lebih mengasah diri, untuk terus berkembang
dan mengembangkan diri untuk menjadi pesepak bola yang handal," sambung Mabiang.
 
Said Mardjan sendiri ketika melihat prospek masa depannya dengan apa
yang sudah diraih saat ini, menurut dia tentunya sepak bola juga
memerlukan support dari teman-teman maupun siapa saja. Dia bersyukur perjalanan karir sepak bolanya setelah dari PS Garuda Putra menuju Jogjakarta juga mendapat referensi dari mantan Coach PS Garuda Putra Tidore, Abang.
 
Menurut dia saat berkutat di liga internal Persiba Bantul dirinya akhirnya dipercayakan memperkuat Persiba Bantul Jogjakarta ke ajang liga Indonesia. Karena selain bakat yang dimilikinya, peran pelatih Abang dengan meyakinkan pelatih Persiba yang ditukangi ST Hirni Nugroho.
 
"Nugroho sendiri juga mantan pelatih dari Abang ketika membawa UWM Jogjakarta juara PTN/PTS se-Jawa Tengah dan Jogjakarta tahun 1993 menambah keyakinan untuk merekrut saya," kata Mardjan.
 
"Itu semakin lengkap ketika bergabung di UNJ bersama pelatih Herwin yang juga mantan pe;atih dari Abang ketika memperkuat Pomnas 1992 di Surabaya, dan  menjadikan saya pilihan yang sulit untuk tergantikan sebagai pemain inti," sambung Mardjan.
 
Dia juga masih menggumpalkan keinginan dalam sebuah cita-cita untuk bisa memakai seragam Team Nasional. Dan itu merupakan harapan setiap pemain di Indonesia.
 
"Untuk mencapainya, semua itu tergantung bagaimana kita mampu menunjukkan serta mempertahankan permainan yang kita miliki. Tentunya untuk meraih cita-cita tersebut secara pribadi perlunya dukungan dari masyarakat
Sangihe, karena menggunakan kaos team  Merah Putih merupakan
kebanggaan setiap pemain sepak bola, namun kesempatannya tidak semua
akan mendapatkannya," ujar Mardjan.
 
"Ada beberapa wartawan disana yang menanyakan asal daerah saya.  Dan saya tidak malu mengatakan kalau saya asli Kelurahan Tidore Kecamatan Tahuna Timur Kabupaten Kepulauan Sangihe yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga
Philipina, akhirnya para wartawan mengatakan ouww ada juga pemain
hebat dari daerah terpencil," kata Said meniru ucapan wartawan salah
satu media ternama di Jawa.
 
Diakhir wawancara dia berpesan kepada anak muda di Kabupaten Sangihe agar jangan menyerah mengejar cita-cita untuk menjadi pemain sepak bola sama seperti dirinya. Karena semua itu berawal dari harapan dan menjadi kenyataan seperti yang dia rasakan saat ini.
 
"Untuk meraih prestasi harus perlu ketekunan dan kerja keras termasuk meningkatkan porsi latihan. Saya juga berharap seluruh
pesepak bola yang ada di Kabupaten Kepulauan  Sangihe tetap
giat menempah diri sehingga ke depan daerah ini masih akan lahir pesepak bola  yang tangguh dan mampu bersaing dilevel yang lebih tinggi. Dengan demikian nama Sangihe tetap akan menjadi perbincangan para maniak
bola," pungkas Mardjan.
 
Prestasi yang diraih Mardjan saat ini mendapat apresiasi dari salah satu
personil DPRD Sangihe Ferdy Sinedu. Menurut Sinedu, selaku warga
Sangihe merasa bangga dengan sepakterjang dari Said Mardjan, karena apa yang diraih Mardjan saat ini merupakan sebuah pencapaian yang belum tentu bisa didapat oleh orang lain. Meski demikian dia tetap menaruh harap ada Mardjan-Mardjan baru yang akan muncul dan menhgarumkan nama daerah.
 
"Keberhasilan Mardjan menjadi sebuah pembelajaran yang teramat berharga bagi para atlit sepak bola yang ada di Sangihe, ternyata ada putra daerah yang memiliki kemampuan diatas rata-rata tidak beda dengan daerah lain. Namun untuk menjadi seperti itu tergantung dari kesiapan serta kemauan dan kerja keras dari diri kita masing-masing dalam menyikapi arti sebuah pencapaian yakni prestasi," ucap Sinedu.
 
"Disisi lain tentunya apa yang didapat Said Mardjan perlu perhatian dari pemerintah setempat. Semoga olahraga kita pada umumnya terus mengalami
perkembangan dan peningkatan yang pesat lebih khusus dunia sepak
bola, karena dari prestasi sepak bola dapat mengharumkan nama Sangihe," tambah Sinedu. (***).



Sponsors

Sponsors