Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Keluhkan Jembatan Rap-Rap Yang Rusak Parah


Tatapan, ME
Kondisi Jembatan di Desa Rap-Rap, Kecamatan Tatapan rusak parah dan sangat memprihatinkan. Tidak sedikit ban mobil terjerembab diantara balok kayu.
 
Sudah beberapa tahun pemerintah desa setempat dan warga pengguna jalan mengeluhkan itu. Meski demikian, jembatan dengan panjang kurang lebih 35 meter yang menjadi akses penghubung Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan Minahasa belum juga diperbaiki.
 
Seperti diungkapkan pengguna jalan yang sering melintas di jembatan itu, Yus Nanono, warga Desa Kumu, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa kepada manadoexpress.co, Senin (4/9). Dia mengatakan saat melintas harus ekstra hati-hati karena balok kayu banyak tidak beraturan lagi yang bisa menyebabkan kecelakaan.
 
"Setiap hari saya lewat sini. Sudah lama kondisi jembatan seperti itu namun tak kunjung diperbaiki," keluh Yus.
 
"Belum lama ini ada mobil truk bermuatan paving blok terjebak diatas jembatan karena ban mobil terjerembab dalam lubang," tambah Yus.
 
Senada diungkapkan sopir mobil box Nardy Makilimau, warga Desa Lolak, Bolaang Mongondow. Dia menjelaskan saat melintas tidak jarang harus mengatur posisi balok yang sudah bergeser.
 
"Berapa kali saya harus turun. Kalau baloknya tidak diatur, takutnya ban mobil bisa terjerembab dalam lubang," ungkapnya.
 
Sementara itu, Penjabat Hukum Tua Desa Rap-Rap Deifit F. A. Rori mengatakan pihak telah beberapa kali melaporkan masalah ini ke Pemerintah Provinsi (Pemprov). Namun sampai saat ini belum juga ditindaklanjuti.
 
"Kita sudah laporkan ini. Bahkan sebelum saya, mantan Kumtua juga sudah beberapa kali memasukkan proposal ke Dinas PU provinsi namun belum ada respon dari mereka," terangnya. 
 
Karena banyak terjadi kecelakaan, dia menjelaskan pemerintah desa sudah beberapa kali melakukan upaya perbaikan dengan mengganti balok yang sudah rusak dan lapuk.
 
"Lewat swadaya masyarakat sudah beberapa kali kita lakukan perbaikan dengan menggunakan balok kayu kelapa tapi itu tidak bertahan lama. Mungkin karena balok kelapa yang dipakai masih muda," jelasnya.
 
Menurut dia jembatan itu tidak akan bertahan lama lagi karena hampir semua balok sudah lapuk. Untuk itu pembangunan jembatan yang baru sudah sangat mendesak.
 
"Beberapa waktu lalu sempat dilakukan pengukuran. Kita berharap pemerintah provinsi secepatnya melakukan perbaikan karena jembatan itu sangat penting dalam menunjang perekonomian masyarakat," tukasnya. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors