Ganggali Kans Ditahan


Manado, MS

Nasib Bupati Talaud, Constantine Ganggali diujung tanduk. Politisi PDIP itu dikabarkan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Tim Penyidik Polda Sulut dalam kasus dugaan korupsi dana hibah bencana alam Talaud tahun 2007. Mantan sekretaris daerah diera kepemimpinan Elly Lasut itu pun ditengarai akan segera ditahan.

 

Derap langkah Ganggali untuk kembali bertarung di Pemilukada Talaud 2013 kans terhadang. Top eksekutif di salah satu kabupaten kepulauan di Bumi Nyiur Melambai itu, diduga kuat terlibat dalam kasus penyimpangan uang negara berbandrol sekitar Rp7 Miliar itu.

 

Informasi mencengangkan tersebut, diperoleh wartawan di Mabes Polda Sulut, Rabu (24/7) kemarin. Ganggali disebut-sebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam gelar perkara yang dilakukan secara tertutup oleh penyidik Tipikor Polda Sulut dan pihak Kejati Sulut, Sabtu (20/07/13) akhir pekan lalu.

 

Malah, Rabu kemarin,  tim penyidik yang mengusut kasus penyimpangan bantuan Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Raykat (Kemenkokesra) RI di Talaud itu, sudah mempersiapan agenda pemeriksaan ulang untuk Ganggali. Tak menutup kemungkinan dalam proses pemeriksaan itu, Ganggali akan langsung ditahan.

 

“Ganggali bisa ditahan jika memang diperlukan dalam rangka pengembangan penyelidikan. Tapi untuk sementara ini, belum akan dilakukan penahanan. Sebab masih akan dilakukan pemeriksaan lanjutan,” beber sumber Media Sulut yang juga berstatus penyidik, Rabu (24/07/13) sore kemarin.

 

"Kami akan segera buat surat panggilan kembali kepada yang bersangkutan (Ganggali, red) untuk dimintai keterangan tambahan. Yang pasti sudah ada bukti indikasi keterlibatan beliau dalam kasus dugaan korupsi dana hibah bencana alam tersebut ," tambah sumber yang meminta namanya untuk tidak dikorankan.

 

Kapolda Sulut Brigjen Pol Robby Kaligis melalui Kasubdit Tipikor Polda Sulut AKBP William Simanjuntak kala dikonfirmasi, Rabu kemarin, belum dapat memastikan jika Ganggali telah ditetapkan sebagai tersangka. “Saya belum tahu. Nanti saya akan lihat dulu berkasnya ya,” kelitnya.

 

Diketahui, Ganggali telah diperiksa sekitar 6 jam lebih oleh tim penyidik Tipikor Jumat (19/04/13) lalu.  Sehari kemudian,  dilanjutkan dengan gelar perkara yang dilakukan tertutup oleh tim penyidik dengan menghadirkan pihak kejati Sulut. Mengingat kasus dugaan korupsi dana hibah bencana alam Talaud tahun 2007 sudah pernah ditangani Kejati. Malah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan kontraktor pelaksana proyek telah ditahan.

 

Runtutan peristiwa itu kian menunjukkan bila pengusutan kasus indikasi korup tersebut, telah mencapai garis finis. Kapolda melalui Kabid Humas, AKBP Denny Adare pun kala itu tak menampik Ganggali telah diperiksa dalam kasus dugaan penyimpangan dana bantuan bencana alam Talaud 2007 itu. Adare memastikan kasus itu akan diusut hingga tuntas. Sebab pengusutan kasus korupsi telah menjadi skala prioritas Kapolda beserta jajaran Polda Sulut.

 

TEROBOSAN POLDA TUAI SUPPORT

Gebrakan Polda dalam mengseriusi pengusutan kasus korupsi dana bencana Talaud 2007 yang ditengarai melibatkan Constantine Ganggali , tuai apresiasi.

 

“Ini jadi bukti Kapolda memang benar-benar konsern untuk mengusut habis kasus indikasi korupsi di Sulut tanpa pandang bulu. Termasuk yang menyeret kepala daerah,” tanggap Boy Kusoy, salah satu aktifis anti korupsi Sulut.

 

Pun demikian, Ketua Laskar Anti Korupsi (LAKI) Manado itu, berharap pengusutan kasus dugaan korupsi bantuan bencana Talaud 2007, akan mampu mengantar sang konduktor korup ke hotel prodeo.

 

“Jangan sampai hanya pion-pionnya saja yang jadi tumbal.  Raja dan para perwiranya yang paling utama untuk dimatikan,” sambungnya mengilustrasikan permainan catur.

 

“Kalau memang ada bukti Ganggali terlibat, jangan ragu untuk menetapkannya sebagai tersangka dan menahannya. Hukum harus ditegakkan. Supaya ada efek jera bagi para pejabat bermental korup di Sulut,” timpalnya.

 

Bupati Ganggali sendiri, belum dapat dikonfirmasi.  Saat coba dihubungi di nomor genggam pribadinya,  082195520XXX sedang tidak aktif. Namun dalam sejumlah kesempatan, Ganggali membantah adanya keterlibatan dirinya dalam kasus indikasi korupsi dana bencana alam Talaud tahun 2007 itu.(ms)



Sponsors

Sponsors