Foto: Suasana upacara bendera di UKIT.
Semangat Tak Pernah Padam, Kampus Bersinar Kibarkan Merah Putih
UKIT YPTK-GMIM Laksanakan Upacara Bendera Peringati HUT RI ke-72
Tomohon, ME
UKIT (Universitas Kristen Indonesia Tomohon) YPTK-GMIM rayakan HUT RI ke-72 dengan upacara pengibaran bendera Merah Putih di lapangan Kampus Bersinar, Kakaskasen, Tomohon Utara, Kamis (17/08). Bertindak selaku inspektur upacara, Rektor UKIT, Pdt Richard AD Siwu MA PhD.
Dalam amanatnya Siwu mengatakan, sesuai sila ketiga Pancasila, hendaknya peringatan Proklamasi Negara Kesatuan Republik Indonesia ke-72 tahun ini mengingatkan semua warga negara untuk memaknai tentang persatuan dan kesatuan bangsa. Terutama civitas UKIT bahwa Indonesia itu terdiri dari beragam agama, suku, ras, golongan namun dalam persatuan dan kesatuan kebangsaan.
“Marilah kita sebagai civitas UKIT di hari perayaan Proklamasi RI ke-72 ini, hendaknya selalu dalam pemahaman, bangsa ini terdiri dari beragam agama, suku, ras dan golongan. Namun kita semua harus mewujudkan semangat persatuan sebagai bangsa yang merdeka. Setiap warga negara memiliki hak untuk menikmati kemerdekaan dalam beragama dan berekspresi,” ujar Siwu.
Civitas UKIT katanya harus bersyukur. Pasalnya dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, akhirnya UKIT dapat terus menjalankan kegiatan perkuliahan. Meskipun sekitar 10 tahun terakhir ini, UKIT didera oleh badai yang belum reda.
“Kita patut bersyukur, di usia 52 tahun ini, UKIT masih kegiatan Tridharma Perguruan Tingginya. Namun, dalam spirit kemerdekaan, marilah kita terus bersemangat. UKIT, semangat yang tak pernah padam,” ketus Siwu.
Upacara yang berlangsung hikmat ini, dihadiri pimpinan universitas, fakultas, dosen, pegawai, pimpinan organisasi kemahasiswaan dan mahasiswa baru. Upacara peringatan kemerdekaan RI ini melibatkan mahasiswa lama maupun baru, yakni sebagai pemimpin upacara, penggerek bendera, pembaca teks Proklamasi, UUD 1945 dan doa syukur. Dikabarkan, usai pelaksanaan upacara, dilajutkan dengan pegelaran lomba-lomba tujuhbelasan. (hendra mokorowu)



































