Sukses Kembangkan Florikultura, Tomohon Dibanjiri Apresiasi Banyak Daerah se-Indonesia


Tomohon, ME
Segudang prestasi yang dibesutkan Jimmy Feidy Eman SE Ak (JFE) dalam menahkodai Kota Multi Dimensi mendapat penghargaan dari berbagai pihak. Aliran pujian pun membanjiri Kota Tangguh yang bertengger di dataran tinggi semenanjung utara Selebes. Rekahan apresiasi atas keberhasilan mengembangkan florikultura tak terbendung, datang dari berbagai daerah menuju ke Kota Tomohon.
 
Hal ini terbukti saat Wali Kota JFE dipercayakan sebagai salah satu narasumber dalam Dialog Kebangkitan Florikultura yang digelar oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian RI di Gedung Ali Wardhana, Jakarta, Senin (24/7). Kegiatan ini diinisiasi oleh Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, IPB Bogor dan Asosiasi Bunga Indonesia.
 
Adapun di kesempatan ini JFE membawakan materi bertajuk Pencapaian dalam Pengembangan Florikultura Kota Tomohon. Dipaparkannya tentang gambaran umum Kota Tomohon, sehingga audiens dapat mengetahui potensi-potensi yang ada di Kota Sejuk. Entah itu potensi sumber daya alam, pertanian, pariwisata maupun tradisi dan budaya masyarakat, yang mendukung pengembangan floltikultura di Kota Tomohon.
 
JFE juga menjelaskan soal pencapaian Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon dalam pengembangan florikultura. Di antaranya bagaimana mengembangkan varietas bunga yang unggul, seperti Krisan Riri dan Krisan Kulo. Varietas ini memiliki ukuran yang besar dibandingkan yang biasanya dan belum ditemukan atau dikembangkan di daerah lain. Sebagai tempat pembelajaran, pembibitan sekaligus destinasi wisata, JFE adakan pengelolaan Show Window.
 
"Sejak awal, Pemkot Tomohon telah berkomitmen untuk mengembangkan bunga. Ini dibuktikan dengan adanya Perda Kota Bunga. Perda ini belum dapat dilakukan daerah lain di Indonesia. Kenapa bunga? Karena dengan melihat potensi yang ada maka pengembangan florikultura di Kota Tomohon diharapkan dapat menjadi pengungkit sektor lainnya untuk berkembang. Kami yakin hal ini dapat memberikan multiplayer effect bagi kesejahteraan masyarakat Kota Tomohon," jelas JFE.
 
Komitmen tersebut pun direspon dengan apresiasi dari para audiens maupun narasumber lainnya. Apresiasi pertama disampaikan langsung oleh Prof Dr Budi Marwoto dan Karen Tambajong yang keduannya terlibat aktif dalam pengembangan bunga di Kota Tomohon sejak Tahun 2008.
 
Menurut marwoto mengatakan, kelebihan Kota Tomohon, yaitu adanya keberpihakan dalam menopang pengembangan florikultura melalui peraturan daerah. "Di Indonesia, baru Tomohon yang mempunyai Perda Kota Bunga," ujar Marwoto.
 
"Keberlanjutan pengembangan bunga di Kota Tomohon sangat tergantung pada komitmen semua stakeholders. Terutama pihak eksekutif, dalam hal ini Pemkot Tomohon," sambung Tambajong.
 
Apresiasi dari Kementan RI pun tercetus atas penilaian, di Tomohon telah ada balai benih induk hortikultura. Dilengkapi dengan tenaga-tenaga peneliti florikultura yang handal dalam menciptakan varietas baru.
 
Selanjutnya apresiasi datang dari Pemkot Makassar yang menyatakan, salut dengan Tomohon. Khususnya dalam mengembangkan varietas Krisan Kulo dan Riri yang memiliki keunggulan dibandingkan dengan krisan yang ada di makassar maupun daerah lain di Indonesia.
 
Apresiasi pula datang dari daerah lain di Indonesia, yaitu Sukabumi, Bogor dan Pemalang. Kabarnya daerah-daerah ini rindu untuk belajar banyak tentang pengembangan florikultur di Kota Tomohon.
 
Sebelumnya, dialog ini diawali dengan Pencanangan Hari Florikultura Indonesia oleh Menko Bidang Perekonomian, Darmin Nasution. Saat membuka secara resmi kegiatan Florikultura Indonesia 2017, Nasution mengharapkan, momentum tersebut dapat menjadi awal kebangkitan kembali dunia florikultura Indonesia.
 
"Kiranya kegiatan atau program florikultura di Indonesia tidak hanya sebatas pada menggelar pameran, seminar dan dialog saja. Namun, yang utamanya, bagaimana menjadikan florikultura memiliki nilai tambah bagi rakyat. Mari jadikan florikultura ini memiliki nilai komersil yang tinggi, melalui program-program UMKM dan sebagainya," ujar Nasution mengajak. (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors